Translate

AlQur'an online

__________________________________________________________________ Dipersembahkan oleh finzmyale.blogspot.com Forward: http://m.alquran-indonesia.com/mquran/index.php/quran

Salam Hormat.

Salam Hormat.
[Kelak jika ayah(Encik ku)dibawah ini telah tiada,seterusnya akulah pengurus blog ini.Salamku,Raga D A].

Blogger's

Blogger's
TelagaPunggur-TanjungPinang. 25 Sep '09.Menuju Bangka Belitung kembali...

Selamat datang di blog kami.

➡️ "Salam damai mesra penuh cinta." ⬅️

Yosaldy Fin Pirdaus Z
Fin Pirdaus Z
(Aldy Rafvel Fin Z)
Cikisa Binti Said Ucin .������
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️

(ENCIK DYNASTI group)
"Que sera sera".

Entri Populer

Laman

Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label You Are. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label You Are. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Juli 2014

Entah mengapa kau tak kesini

Rembulan bertatih kian murup
Merentas sibak gelombang benua langit.
Menuntun gelap ke mahkamah liang gua malam...

Sahabat kekasih ...
Tuk malam kesekian tiada kau disini.
Enggan membesuk jiwa ini
Tiadakah kau dengar seloroh rintih kala rinduku di timang kulit?
Malukah bertandang ?

Ku ingin kau hadir diundangan pesta pesta kurma.
Gemulai lentik bersamaku diantara alunan irama padang pasir.
Aku bergendang, kau menari.
Dan memberi makan burung bul bul di tengah malam...

Disana kau dikawal penjaga.
Tunduk larut dilidah insan pemelihara lisan.
Menghafal syair syair bait kerinduan.
Pembuatmu kehilangan... 😔
Menggores petikan nada penyemat syahdu, mengulas canda.
Bertukar cerita menyemai rasa .
Menyulam tali temali hati memulai kisah...

Entah dikota mana kau kini,
Masih disanakah ataw telah kembali ?

Rindu ini ditabuh sepi, berlaga sunyi.
Ternyata hanya aku penempah tanda tanda pertemuan, kamu tidak.
Menempuh jejak jejak yang terpenggal.
Tapi dan bayangku pun telah lesap tertindih malam.

Aku telah lelah melumat perih.
Berangkatlah bila ingin kau pergi.
Sedih kepadaku janganlah jua.
Ku telah biasa dibilas airmata...😭

Disini tiada kau datang, disanapun jauh...
Selamat tinggal fb ku, kularung bersama sakit dan bertarung rindu....🌷⭐️😔😔

Selasa, 15 Juli 2014

Tidurlah, ku tak mampu merebut hati...

Telah setengah tiang lebih rembulan berjalan.
Langit pengap dijala mega mega nakal.
Embun dirudung malang tuk menitik.
Burung2 malam telah pulas dibalik sayap...

Tidurlah kasih, ku ucap dari pembaringan.
Biarlah malam2 ku tanpa mu
Biarlah hatimu tak mampu direbut lagi.
Biarlah...

Sentuhan gulir butir cinta menyergapmu di ruas jalan.
Sebuah jiwa telah mengurung kalbumu,
Dan kau terikat undangan pariwara.
Terlena dalam buai sajian rindu.
Kau taruh dimana pesanku kala itu?
Bukankah dibawa serta..? 
Mengapa terbiar lepas dari pangku hati?💝

Tidur dan bermimpilah...
Asuh peraduan bersama anak2 bintang.
Nina bobokkanlah sibuah hati bersama benih semai degup jantung pelukan sang bunda...

Kepedihan & kerinduan ini belum mampu dibilas meski kerikil berubah syafir.
Kan kusanding perih bersama malam yang kian jauh berlayar....👋

Andai kau tetap disini melabuh janji..ku ucap Syukur pada Ilahi.⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
Bila tak pernah kau kembali..ku ucapkan Alhamdullillah, terima kasih...

Puan kekasih rambut ikal mayang...
Sebelum sayup kau menghilang,
Sebelum senyap kau melambai,
Tapi setidaknya bawalah puisiku ini.
Yakh, kemanapun kau pergi...

[ Baca didepan matamu bila suatu hari kau rindu aku...]
#Adheek_🌹

Senin, 14 Juli 2014

Romodhon ke 16 (1435H) ku masih bersamamu

Pagi ini 16 Romodhon..
Jauh rembulan tafakur bersimpuh melipat setengah sila.
Terbungkuk mesra menyerah diri pada Sang Pemilik Alam.
Membawa amanah ke seperttiga malam,
mengawal insan ke pintu Subuh...

Sejauh dirimu kasih, sesayup aku diperbatasan...
Rintangan membelenggu kita diantara kisah2 duniawi.
Tanya bertaut membedil & merujak hati.
Entahlah, siapa yang memulai khilaf diantara sendi perangkai kata.
Ku tak ingin kau dipersalahkan,
Biarlah peradaban menghujad ku.
Layak aku dipersalahkan...

Waktu memang patut menukar musim.
Tapi hingga detik ini kau masih dijiwaku,
Enggan terganti, pengemas kerinduan...
Entahlah esok .
Bila kau beranjak , akupun merayu langkah...

Dan ku tak tau dimana riwayat akhirku tertulis.
Mungkin Malaikat telah berjaga disekujur pembaringan.
Kan mengajakku kekampung cinta...

Selamat bobok kasih...
Bermimpilah sebelum shaum ditukar imsyak.
Bintang2 telah tumbuh untukmu, petiklah ...
Dan berikanlah untukku meski dari sebuah kejora jatuh dan yang terluka.
Yakh, sebagai cendramatamu diambang rinduku..

Aamiin.
Wassalam.
To Gikel.

Jumat, 04 Juli 2014

Malam ini kau berangkat lagi

Telah setengah tiang malam berbenah
Derai riak bintang kian gegap membedil langit.
Tak tau dibenua mana halilintar menghidup api....

Tafakur bulan sabit iringi perjalananmu berteman penyuluh hati.
Menyeluruk tirai gelap, menempah jalan ruas demi ruas menuju benteng kota tua...

Entahlah ...
Tiada mampu ku sanding langkahmu seperti musim nan berlalu.
Biasanya kita bergurau diantara rengek bayu pengintip jendela kaca.
Biasanya ku dengar parau terompet tuter patas malam,
Yaakh, antara Rambipuji Surabaya ...

Dalam lemah pembaringan ini,
Do'a ku kuat hidup ditengah malam,

Yaa Allah Yaa Robb...⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
Sampaikanlah insan insan-MU kepertemuan.
Persingkatlah jarak tempuh, selamatkanlah...
Datangkanlah seperti Romodhon tiiba ke pintu dunia.
Kumpulkanlah mereka sebelum Subuh meminang imsyak.
Aamiin.

_____Selamat jalan_____👍👋👋👋😔👋


Senin, 30 Juni 2014

TUHAN , sayangi dia

Jauh nun disana
Berbilik puspa awan malam
Tafakur bersama embun pendekap.
Sabit pun mengambang memapah jasad menuju kekeutuhan....

Jauh aku , kau jua...
Berdinding fajar berlapis kabut gala rimba,
Ditapis seduh berbelah hati samudra.
Adalah rindumu bersempena sepertiku?
Segala asa tertitip padamu bersama anak anak bintang yang mekar tumbuh.
Kasih, adakah kau semai rindu disepenggal kisah, tuk mengerti akan aku..?

TUHAN ...⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
Bila ku telah membuat aku terluka, maka biarkanlah.
Aku layak mendapat duka.
Tapi sayangi dia kala keinginannya tak mampu dilerai hati.
Izinkanlah ia melarung kesendirian tuk memetik kesenyuman.
Yakh., sewaktu mengisi  hari disaat merentas waktu tuk menghalau kesunyian.


TUHAN...⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
Salahkah aku menegurnya kala ganjil dipaku mata?
Tiada mampu melawan pikiran hati.
Ku perbuat karena sayang..demi cinta,
Tersimpan bersama usiaku yang masih tersisa.
Dia kusayang bersanding dikenyataan...

SElAMAT MALAM TUHAN ku.⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
Aku demam...
Jika Malaikat mengajak ku pergi malam fajar siang manti maka aku akan turut.
Semoga kejora menyampaikan berita ini pada kekasih....
Aamiin.

___2 Romodhon 1435H__30 Juni '14.

-Gikel-, Biarlah diri ini jika akan kembali tersiksa dan menggulung air mata...

Kamis, 26 Juni 2014

Perjalananmu kembali

Seiring fajar menculik sisik langit.
Kala mentari melepas sauh memulai biduk mengkayuh benua...

Kau pun berkemas megajak diri memapah bayang.
Yakh, menuju persinggahan sandar jiwa.
Titipkan gusar pada anak2 bintang meski cemas cemas harap dibedil hati....

Biarlah risau mengumbar asa nan tertinggal.
Jangan perduli tanda tanya bertalu menabuh hati.
Ajak hati bercakap seiring mawar yg kau persuguhkan.
Sematkanlah aroma diantara bilur bilur khilaf.

Siang ini cintamu beralun madaha
Matahari ini saksi cinta....

••Ttdj Gikel••
"Kunanti di tubuh dan dijiwa Romodhon"
(Srb 26 Juni'14).


Kamis, 19 Juni 2014

Keinginan mu tiba tiba, dan jauh kekasih di Surabaya


Dear diary....

Rinai menyelubung sebagian ufuk penjuru angin. Malam berangsur gelap ketika beberapa tetangga baru pulang dari masjid sehabis mengerjakan fardhu  Isya berjamaah.Hawa sembab kental mulai unjuk gigi walau rinai telah diubah gerimis.Namun tetap saja anak anak bintang tumbuh..memacu kilau bertabur mesra menghias awan, bergendang menabuh marawis diatas langit Rambipuji ....

10 Juni....
Keberangkatan malam ini terasa berat, tak seperti kepergian diwaktu waktu sebelumnya. Putraku satu-satunya menjadi rewel, seolah berat melepas. Sipat ini baru sekarang saja ia perlihatkan dengan begitu kental. Alasannya mau turut serta.Bisa saja diajak karena pelajaran disekolah agak lenggang dikarenakan murid siswa/wi baru saja usai dari ujian kenaikan kelas. Serba salah jika sudah begini, apalagi Adam putraku memberikan alasan yang lain lagi dengan sipat antinya, yang begitu dan yang begini.Diapun enggak memelukku saat akan pergi kerumah ibu ( Adam dititipkan disana selama aku berpergian).Kekesalan mulai berkecamuk tapi alhamdulillah dapat dikontrol baik, jiwa membathin ku hempaskan dengan air mata...

1 jam kemudian...
"Adam, koq enggak memeluk bunda?" pintaku lagi sedikit menghibur.
"Kan tadi sudah ndaaa?, saut Adam ala kadar sedikit cuek sembari menyentak sepeda kebanggaannya yang mulai lusuh  dan mengayuh dengan keras tanpa toleh, ku ikuti dan dilepas dengan mata sampai ia hilang dipertikungan seiring malam yang kian pekat.

"Hmmmm, gerangan apa nan terselubung dan yang kau rahasiakan dalam benakmu , apa yang kau risaukan Daaam..."? celoteh batin tanpa jawaban.
"Yang akan ditinggal wajah cinta sejati abadi darah dagingku, sementara yang akan ditemui adalah tempatku berpaut untuk melabuhkan segala asa yang tersandar. Dillema...

11 Juni, Surabaya, aku datang.
Patas malam membawaku dengan tenang , tegap melahap jalan raya dan melewati kota demi kota. Diluar jendela tampak rembulan tafakur bisu mengeram langit bersama anak anak bintang yang telah nakal. Tetesan sajak syahdu membelai pipi mereka.
Nun jauh, disana wajah wajah cintaku..disana putraku terlelap diasuh mimpi. Selamat bobok sayangku ...

Subuh sudah lama usai ketika kereta berhenti menambat tuas tangan di bahu terminal Bungur. Kekehadiranku di pusat kota ini dikali kesian, untuk mendampingi sang sandaran (sebut saja mas A) tuk mengikuti sebuah ajang pelatihan pengujian /diklat khusus disebuah universitas. Aku dan mas A terpisah jarak dalam 2 kota, sementara dia sendiri tinggal di pusat provinsi, sedangkan aku dipinggiran kota.Enggak sudut juga sebab kotaku sekarang adalah jalur lintas utama keseluruh arah. Meski demikian, hubungan kami terjaga dengan baik dan memiliki motto: saling menjaga, saling percaya. Susah memang bila jauh terpisah dari keluarga namun apa boleh buat, tak perduli apapun kata orang-orang dengan segala buah bibir semisal 10 kata menjadi 100 arti.Keterpisahan ini tak akan lama. Siapa yang mau berjauhan dari orang yang dicinta , dibangga disayang dan segalanya?

Kemungkinan selama 1 Minggu disini, tidak dapat berlama lama dikarenakan telah ditunggu jadwal padat dari aktivitas keseharianku sebagai seorang penata.@Red...

Minggu 15 Juni...
Peserta pelatihan satu persatu berdatangan tercatat sebagai peserta diklat. Aku dan mas A sudah sedari pagi tiba yang memilih kereta cepat dari Surabaya. Tak mengapa kepagian mengingat ruas arus lalu lintas yang masuk ke kota Malang selalu dipadati pengguna jalan sedari pagi hingga malam. Yang jam sibuklah, anak anak pulang/ masuk sekolah lah, pegawai pulang ngantor, belum lagi marka perlintasan rel kereta api.Hmmmm...

Alarm sirine berdentang pertanda para diklat harus segera memasuki ruangan.
"Pa, sudah waktunya", ingatku sambil menatap pasti ke di samping.
"Ya ma, masuk dulu ya, nanti tunggu di sana dan jangan kemana mana", angguk nya sambil menunjuk ke sebuah arah sembari jemari merengkuh pundakku.
"Jangan lupa Al- Fatiha dan berdo'a sebelum mengerjakan soalan", pesan berserta pinta pastiku.
" Beres ma, itu pasti", angguk orang  no satu ku itu dengan ciri khasnya sedikit bergegas.

Selama sang sandaran mengikuti pelatihan, aku diluar disekitaran lapak ibu ibu dan pedagang lain sesuai arahan someone ku tadi. Untuk ngisi waktu akhirnya jalur internet dibuka agar mampu merenggut kesuntukan.Entah berapa puluh kali clank clink bbm, wa, fb dan sosial network lainnya memberi ketukan namun tak begitu diperhatikan sebab lebih kepikiran dengan yang sedang ikut diklat dan kelurga dikampung halaman. Pikiranpun jadi kurang enak sejak tadi, enggak tau kenapa.Hawa panas siang inipun menanbah gerah suasana.

Tiba tiba telpon masuk disertai dengan sebuah sms, dari ibuk.
" Assalamu'alaikum, apa kabar buk"?
"Wa'alaikum salam, apiik. Sampun dahar dereeng? Lhaaa po o sms ibuk ora dibales taa endhuuk? Awak mu nangdi saikiii? Terdengar suara ibuk dari seberang tanpa memberiku kesempatan tuk bicara lebih detail dengan suara khasnya dalam logat kental ciri daerah. Ya, ibu asli Jawa . Sedangkan aku terlahir dari sebuah kota di salah  satu provinsi di Kalimantan dan menempuh habiskan masa kecil di Kota Sampit.

"Endhuuk, putramu pun saghet sakniki..." Ibuk menjelaskan dalam rinci panjang dan makna dalam, tau dengan yang dimaksudkan tapi enggak banyak yang mampu dijawab ke beliau saat itu. Hanya airmata yang kembali mampu membuatku untuk kembali terdiam bungkam.

" Daaam, inikah yang mau disampaikan ketika bunda hendak bertolak di Selasa tadi tapi tak mampu untuk diutarakan...?
"Dam, taukah dengan keadaan bunda yang tiada persiapan sama sekali atas dadakan prihal ini, naak?", desah bathin seiring isak ditengah hari...

Lamunanku tersadar setelah sapaan sebuah tepukan kecil dari seorang yang amat dikenal. Mas A datang persis dari arah samping kiri yang tak diduga sebelumnya, tak ditunjukkan baru saja menangis , apalagi tampak gurat lelah diwajahnya setelah selesai diklat. Ternyata 5 jam sudah ku terpaku disini...

15 Juni 17:17 Bbwi.
Diterminal Arjosari, mengisi waktu dengan memesan bakso asli tempatan yang sangat berasa special sebelum meneruskan perjalanan. Beberapa saat kemudian, bus kota kembali meluncur membawaku dan mas A beserta rombongan senja. Sepanjang perjalanan antara Malang - Surabaya itulah disampaikan isi percakapan telpon bersama ibu tadi pada Mas A, ku utarakan tanpa bekas setitikpun.

"Sudah kalau begitu, kita pulang. Masalah ini harus segera dilaksanakan dengan secepatnya, ini adalah permintaan langsung sebab dia sudah menginginkan," respon mas A tanpa ku duga. Hati kembali ceria mendengarnya, Alhamdulillah.
" Nanti ku akan menemui pihak terkait tuk ngajukan cuti, biarlah walau tanpa gaji, sekaligus disana bisa ngisi waktu dengan nyambi mengurus tambak," pertegas  mas A lebih lanjut penuh kesejukan.

Ringkasnya...
Setelah segala perizinan selesai,berkemas , angkat jemuran dll, malam itu juga bergegas kembali kekampung halaman. Sudah gak sabaran juga dengan sesuatu hal yang harus dijalani nanti melihat keadaan yang serba terbatas, membayangkan segala kenyataan yang nanti kan terjadi.

16 Juni 14 pagi dini hari...
Gerbang Rambipuji menyambut dengan senyum hidup penuh sensasi, tegap tak pernah mengantuk siang maupun malam, sigap menyambut kedatanganku dan mas A setelah -+ 4-5 jam menembus beberapa kabupaten, kota, pedesaan dengan beribu Rt/Rw ini.
Tergesa gesa turun kendaraan segera menuju kediaman nan sejuk penuh kedamaian.

Adam sudah terlelap akan tetapi saat mengetahui kedatangan..ia buru buru terjaga.
"Bunda maafin Adam, Adam sudah banyak membuat hati bunda susah, maafin Adam ndaa yaa"? Pinta Adam dengan mendekapku erat, jelas terlihat bening airmatanya mulai menjelajah pipi.
" Sudah, apa Adam enggak mau 2 tahun lagi sesuai target bunda dengan segala perencanaan yang telah disetujui keluarga? Pintaku kembali membujuk.
" Enggak ndaa, Adam mau besok saja", pinta nya pasti dan yakin.
" Ya sudah kalau gitu, sekarang bobok agar besok bangun cepat dan ditemani papa ke klinic", himbauku pada Adam sambil menuntunnya ke tempat tidur.

10 menit kemudian putra kecilku sudah berpeluk mimpi, pulas menghias relung dan kelopak matanya. Puas kalau keinginannya akan segera terwujud. 
Selamat tidur ananda...

Perundingan kecil singkat dalam keluargapun dimulai walau ngantuk sudah menggayang berat.Ini tidak bisa ditunda mengingat waktu telah mendesak dan tinggal dalam hitungan jam.
" Sudah jangan bingung, ibu akan membantumu ", hibur ibu menguatkan saat melihatku mulai mengambang dalam tatapan menerawang kosong kedepan tak ubahnya seperti rembulan melamun diolok mendung.

Pagi pagi Adam berangkat bersama mas A menuju tempat specialis yang telah dihubungi pada sebelumnya via telepon. Sementara dirumah aku berkemas, mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin meski dalam keadaan yang kurang sehat dan serba darurt. 3 jam kemudian terdengar suara motor memasuki pekarangan. Belum sempat melongoh keluar tapi tiba tiba suara panggilan menghadangku;

"Bundaaaa, Adam sudah sunaaat", jerit Adam dari jauh dengan tergopoh dan berjalan tertatih dengan menggenggam sarung bagian atas dengan mendorongnya kedepan.
"Adaaam", jawabku penuh haru.
" Jangan lari Daam", sergahku cepat  menahan tangis bahagia saat melihat Adam ingin mempercepat langkahnya kearahku.
"Jalan santai saja", pintaku lagi sembari menjemputnya kedepan pintu sambil merenggkuh pundaknya, mengawal ia berjalan ke ruang tengah tuk duduk sementara di kursi panjang.

Segelas air disuguhkan buat putraku, keringatnya menetes sedikit pucat sesekali meringis, kemungkinan obat bius nya sdh mulai menyusut yang membuat kebas perlahan hilang.Tapi jelas gurat pipinya bersemangat.
Wajahnya kutatap masih dengan sedkit isakku bercampur flu sembari menyeka keringat dinginnya.

"Daam, bunda bangga telah menuruti permintaanmu nak walau dengan biaya yang seadanya, kita enggak besar besaran seperti temanmu kebanyakan. Biarlah sesederhana mungkin , yang jelas  mengadakan do'a selamat dengan segelas air dan sesisir pisang.jelasnya lagi bahwa "wajibnya" sudah dilaksakan", bathin hatiku.

"Nanti walau khitan mu sudah selesai hari ini tapi jika apa yang direncanakan sudah pas waktunya maka bunda akan tetap merayakannya , mengadakan pagelaran wayang tukmu. Do'akan bunda dan papa di berikan oleh Allah Swt umur panjang dan sehat wal a'fiat agar dapat menyelenggarakannya", harap pastiku merayu dan menghibur hati.

" Ananda Adam, inikah yang mau kau ceritakan sehingga berusaha menghalangi keberangkatan bunda ke Surabaya di 10 Juni tadi nak?", Kembali  bathin ini bertanya sembari menelusuri wajah putraku satu satunya, buah hati tercinta....

Lalu Ku buka Kitab Suci yang tadi baru saja dibaca dan diulang kembali:

QS Al Hajj : 78.

حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ

Ikutilah agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan begitu pula dalam (Al quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia.


Kemudian membuka pula hadits Nabi besar Muhammad Saw yang berbunyi:

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib bin Abu Hamzah telah menceritakan kepada kami Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: (Nabi) Ibrahim berkhitan setelah berusia delapan puluh tahun dan beliau khitan dengan menggunakan kampak. Abu Abdullah berkata; telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Al Mughirah dari Abu Az Zinad. Dan perkataanya di Qaddum denganmenggunakan tasydid (dalnya), maksudnya suatu tempat (di Halb atau Aleppo).
(H R Bukhari bab 59 no:66/5824).

Hadits selanjutnya yang ku cermati yang tak kalah menari, yaitu;

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ شِهَابٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْآبَاطِ

Hadits sahih Bukhari 57.105/5441.
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'd telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab dari Sa'id bin Musayyab dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sunnah-sunnah fitrah itu ada lima, yaitu; berkhitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak."


Ku telaah lagi bagian bagian penting dalam Qs Al-Hajj ayat 78, ternyata ditegaskakan Allah Swt bahwa Nabi Ibrahim As adalah seorang Muslim  (berserah diri).Lalu pada hadits Nabi Saw di Sahih Bukhari bab 59 no 66/5843 sebutkan bahwa Nabi Ibrahim As khitan saat umur 80 tahun.Selanjutnya pula bahwa sunat adalah bagian dari fitrah manusia seperti isi hadits sahih bukhari no 57.105.541. Maka dapatlah ku tau pasti akan bagaimana awal usul sunat/khitan dari dalil dalil yang pasti  sesuai petunjuk Al Qur'an dan pedoman hadits hadits sakhih.
Islam memang indah..


" Adaaaam, ternyata ayat suci diatas beserta hadits itu telah lama kau baca meski dirimu kini diusia kanak kanak  bermain", tangisku kembali berderai seiring jatuhnya air mata.

" Selamat khitan ananda, jadi anak soleh, mengabdi pada kedua orang tua, berguna bagi agama nusa dan bangsa"
Aamiin.

Rambipuji, 16 Juni 2014.
Sumber W A.
________________



Sabtu, 14 Juni 2014

Jauh kekasih mengemban amanah

Kau ku tunggu sebelum dan setelah dari kembali.
Jauh, kian ligat mentari menggelandang jam terbang.
Meliuk gesit memantau pedalaman, menggambar pedalaman benua sebelum senja melempar sauh ....


Sejauh kekasih mengemban amanah,

Di pantun jarak di tandak waktu.

Pariwara acap bertandang tatkala langkah kaku diatas tangga.

Sukar bergumam, payah bernapas .

Berat berangkat, susah datang.

Di dekatmu adalah jiwa, disana dijauh itu permata manikam.

Hanya isak penyaksi bathin ...


Akupun di dera rindu..diuji sepi.

Suaramu hanya kulihat di bilik bulatan hijau pandan.

Wajahmu kudengar dalam dawai panggung desiran WA.

Dipantau di intip mencuri curi waktu,

dan ku ketuk dari pentas biru layar fisbuk.


Bilakah disini...?


Que sera sera.

⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️

Gi2bo2!"mungiil ✔️

Selamat berbuka puasa Sya'ban.

Kau telah dinanti pahala. Aamiin.

Batam-Surabaya 11/12 Juni 2014.


Rabu, 11 Juni 2014

Diantara deru gerobak Nippon, malam dan tembulan, kau dan aku (Di keheningan Gikel ku berangkat lagi.)

Senyap...
Embun telah berpeluh setengah pinggang,
menyaksi gelinjing hati kala akan memukul resah.
Air matapun menulis pipi, sembab tanpa renyah.
Butiran bening mungiil itu pasrah tanpa membela diri ...
Memilin asuh mengenang ditinggal,
mengingat yang akan depertemukan
dilema ...


Nanti, empat jam lagi kisah akan mengubah laman.
Episode berangkai akan merenda cerita.
Yakh,setelah adzan Subuh menyangkar sisik langit...

Gikel ,
Dari jendela gerobak Nippon itu.
Palinglah muka ke arah timur disebelah kejora bermain layang layang.
Rembulan sedang tafakkur  di pantun gulita.
Lihatlah, disana aku mengejar perjalananmu...

Lalu kita berpisah di ranting malam,
Dan bersua di depan do'a...

Sampai kembali lagi Gikel ....

Batam, 11 Juni 14.



Minggu, 08 Juni 2014

Lewat titian senja langit merah jambu ( jika ban motor bocor halus)


Temaram petang ini ...
Pada titian senja langit merah jambu,
ku tanam dan ku semat rindu sebelum anak2 bintang tumbuh.
Yakh , padamu...
Semoga sampai setelah burung2 mandi.
Dan datang sebelum adzan Maghrib berkumandang ...

Andai aku terlambat datang bahkan tiada berita, janganlah gusar.
Itu pertanda butir hujan sebesar tinju
Dan ban motorku bocor halus.
Harap maklum...

Que sera sera

Sabtu, 07 Juni 2014

Gaung dekam rindu

Langgam kerinduan berbekas diantara riak pagi tatkala  mentari melepas buih.

Jiwa tersenyum maklum ketika bintang2 membuang sauh.

Hati kian patuh iringi rembulan pergi berburuh ,

yakh padamu...


Seuntai gemulai senyum kau semai ,

terlukis menyulam rekah tipis mungil, membelah dagu.

Mengajakku menyisir jajak2 tertinggal.

Menyingkap pustaka pustaka cinta nan terabai.

Disana namamu dan aku tersulang di bait kedua 

sebelum halaman penghabis.

Dua pesan bertulis:

" Dekaplah wajah cintamu sebelum rindu datang membesuk ..."

" Datanglah sebelum ia kembali ..."


Que sera sera


Selamat pagi andinda ...🌹☺️😀

Jumat, 06 Juni 2014

Penyuka yang tersuka ( sebelum dan sesudah hujan bertepung tawar )

Dari dinding ke dinding
Antar rona diantara wajah,
Kau hadir menghias tasik aksara, s'lalu...
Tertempel mesra dilorong penyuka setelah
penyuguh melepas pariwara sepenggal musim...

Abadi namamu ,
Bernaung mesra dilaman tanding para taruna.
Mereka senang, mabuk kepayang,
Girang bukan alang kepalang.
Yakh, kutatap dari tembok mata dunia...

Disini kau ku undang dalam 10 jemari terkembang.
Tapi panggung kehormatan senyap.
Mengapa kursi kebesaran kau abai tanpa saksi?
Kupersembahkan kau duduk dari punggungku yang merunduk.
Mampirlah, sempatkanlah diri sebelum rembulan memberlakukan jam malam...

Ku ingin kau tiba meski dalam setangkup senyum buatan.
Setidaknya itu kupinta sebelum mentari pergi berenang...
Berharap sebelum dan sesudah hujan bertepung tawar menyambut pesilat di selat Bangka...

Rantau Batam, 06 Mei 2014.



Selasa, 03 Juni 2014

Tulisan senja baru saja itu

Kelabu senja merunduk..menunggu malam bermain lampu.
Gerimis melawak kepalang tanggung, 
membujuk halilintar menghela cambuk.
Ternyata hujan memutar pariwara..bertepung tawar ditengah laman...

Kasih puan juwita.
Adakah rinduku kau bawa kala pujangga2 berlaga menulis sajak2 cinta?
Adakah bait2 mampu membedil hatimu?
Jika kau terlena maka biarlah, biarlah....

Ku tak mampu merangkai kata
Tak mampu mengemas fatwa...

Tapi kasih, dengarlah...
S'lalu rindu bila kau dipinang anak  sultan,
Acap mengenang bila kau melupa,
Berdo'a walau tiada kau panjatkan.
Kian sayang andai kau gendut.
Dicinta meski kau menjelma karung beras.
Jika kau kusut kurus maapkanlah.
Sudah, itu saja ....

Que sera sera
😛😛🌹🌷☺️😛✔️



Sebelum gerimis menyiram pipi

Nyaris jauh mentari dilebur senja
Sesekali guntur bergendang, 
menandak mendung setengah tiang...

Akan ku renggut hati dan senyummu sebelum hujan datang meminang.
Ku tak ingin rinai menyentuh pipimu...
Berteduhlah dijiwaku ... 😊✔️

Kamis, 29 Mei 2014

Penyaman hati

🌹


Senja ini...
Langgam rindu ku petik dari gegar waktu dikala senyap menumbur jiwa.
Senyumku mengamuk saat kau datang membawa undangan hati.
Duduklah ditepiku duhai puan qori'ah... 

Nanti malam...
Rindu kan ku bungkus dikantong plastik
Aman dari jangkauan anak anak
Biarlah resah menjadi kembang kempis
Yakh, kala menanti kau pulang
Rendezvous kita ulang...

Ingat. Ingatlah ..,
Janjiku panjang tak terbangkalai
Niat telah kutikam disaksi kerlip kunang2.
Sudah ditanda tangan oleh anak2 bintang.
Duduklah dimataku duhai puan qori'ah ...

⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️

Que Sera Sera
 🌹Mungiilkurindu ⬅️
Ttdj  see u, ☺️

All friend : met istirahat. Sukses slalu dan semangat!

Rabu, 28 Mei 2014

Telpon senja ( Hanya untuk menghabiskan TM saja)

😛⭐️⭐️⭐️⭐️😛

Ular itu akhirnya menyerah sebelum masuk angin dan pinsan.@Red...

96 jam kemudian...⬅️
Dering hape setengah jadul N6300 bergeliat dengan satu nada  panggil. "Keliuk keliuuuuk". "Gerut gerut nyeeeep nyeeeeep", ditandak getar lemah terhambur mewarnai  ruang tengah...

Wahyu tersenyum renyah tak ubah seperti rekahan bibir knalpot motor setelah melihat Id pemanggil yg sangat dikenal baik.Siapa lagi kalau bukan dari gadis pujaan. Yosy, gadis cantik mungil anggun gemulai kembang desa ...

"Hallo, assalamu'alaikum" sapa Wahyu dengan semangat 45 sembari mengangkat telpon memulai pembicaraan, dengan sedikit berjingkrak persis belalang menghindar panduk...

"Wa'alalikumsalam", sambut Yosy dari seberang dengan pasti walau lagi terkena filk ringan.
" Maaf ya bang jangan seneng duluk, aku nelpon bukan untuk baikan, balikan ataw memaafkan tapi untuk membuang  sisa TM yg masih tersisa".

Wahyu terperanjat melebihi dentum boom atom Nagasaki Hiroshima yg di muntahkan tentara sekutu keatas negeri matahari terbit tersebut di berpuluh tahun silam.

"Ingat sekali lagi, nelponnya hanya untuk menghabiskan pulsa ekstra yg masih banyak, dan sangat lebih baik aku nelpon abang dari pada nelpon orang lain", pertegas Yosy dengan yakin sambil cemberut sedikit tersenyum dalam hati". 😛

"Iya, aku seneng karena do'aku dikabulkan oleh Tuhan agar dinda menghubungi aku lagi dengan telpon atau sms, wa, line, kakao talk, wechat maupun facebook serta sosial network lain", sahut Wahyu memelas sedikit gugup dan hanya mampu protes dalam lambung dikarenakan atas kealfaannya di 4 hari yg lalu ..••..

Entah apa lagi yg dibicarakan mereka lebih lanjut, hanya Wahyu Yosy saja yg tau ...

Dialog dua insan yang sedang "dimabuk perjalanan jiwa" itu terhenti setelah terdengar alunan ayat ayat suci Al-Qur'anul Karim dari sebuah Musholla. Percakapanpun senyap setelah keduanya saling ucap salam.

Yakh, tepatnya disebuah senja titian langit merah jambu ... sebelum adzan dikumandangkan haji Satar, setelah beduk Maghrib dipukul James Bon (penjaga Mesjid dan kebon ) ...

Que sera sera
🌹😛🌷😊
•Mungiilrindu•

Note; TM = talk mania ⬅️ 😛

Sabtu, 24 Mei 2014

Pengajuan dan bisikan hati

Pengajuan dan bisikan hati

Sumrigah asa menyandar pinta
Nurani bertitip tutur salam,
Gambar hati kutulis dlm sepuh resah
Kutuang dalam perkamen sajak indah ...

Dari pintu pintu sendi Surabaya
Diberanda hiruk pikuk cengkrama Elzata,
Ku adu rindu sebelum senja menukar Maghrib,
tadi, tadi itu , dengarlah ...

Lalu tentangmu kasih ,
Diantara untai lantum do'aku
Dalam kerinduanku yang berkepanjangan ...

Tegurlah aku, jangan biarkan kesalahan beranak pinak.
Jadilah cemeti hati.
Kau di hari2 ku yg telah sudah
Dihati dari kilang waktuku yg masih tersisa ...

Que Sers Sera
#Gigi bobo Mungiil rindu# 🌹🌷🌹
By: Fin Z

( Selamat malam all friend's, sukses selalu(
امن


Selalu kurindu ...

Senja ini kau bersamaku

Senja usai bergurau 15 menit lagi.
Melebur kisah terang menuju tanah meredup.
Melunturkan sisa sia juang matahari ...

Disana diantara pintu kisi2 Surabaya
Dari jendela jendela pajang Elzata
Kau bersamaku mengukur diam.
Bait2 aksara terbungkam
Canda hilang sekejap di hempas rasa
Dan senyummu tersimpan, hilang ....

Lihatlah...
Segenggam asa diperbuat tuk melebur rindu
Berharap sajak syahdu rindu berdengung merdu...

Tiada usai, tiada akhir
Perkamen tinta emas tertulis dihatiku
Yakh, hanya kau ...

Que sera sera
Gigi bo2 Mungiilku

( berangkat najur dan mancing dulu)
Met sholat Maghrib all friend's


Jumat, 23 Mei 2014

Serunai lagu syimponi malam seberang

Syahdu sendu titian kejora yatim piatu 
merintis jalan mengundang aurora.
Masih senyap dewi fajar itu,
sampai 4 jam lagi ...

Mungiil,,,
Anak bintang melontar salam,
sabit mengangkut senyummu dari bilik puspa langit.
Sudahkah kau menempah & memutar mimpi...?
Lihatlah saat kudatang bersepeda palang
membawa sekuntum mawar bugar.
Dengarlah kala senyap, ku nyanyikan elegi rindu beralun madah 4 kerat ...

Jangan dulu mimpimu terkunci sebelum
diri menuai janji.
Tunggulah aku di alun2 persenggerahan 
bersama deklarasi kesejatian insan sejagad.
Kuingin kau ...

Que sera sera
- Gigi bobo Mungiilku -
Met malem..




Kamis, 22 Mei 2014

Wajah kekasih

Mimisan gerimis lalu lalang menggempur tanah.
Kumbang geram mencari sari, lesu ...
Kekupu menyalam kuntum demi kuntum menebar rindu ...

Isak rinai menepuk hati
Ku tetap sayang walau kita sering berperang,
Tetap dikenang meski kita bermuka garang,
Rindu walau berkusut masam...

Siang ini aku dibuai mentari



Pengikut