Translate

AlQur'an online

__________________________________________________________________ Dipersembahkan oleh finzmyale.blogspot.com Forward: http://m.alquran-indonesia.com/mquran/index.php/quran

Salam Hormat.

Salam Hormat.
[Kelak jika ayah(Encik ku)dibawah ini telah tiada,seterusnya akulah pengurus blog ini.Salamku,Raga D A].

Blogger's

Blogger's
TelagaPunggur-TanjungPinang. 25 Sep '09.Menuju Bangka Belitung kembali...

Selamat datang di blog kami.

➡️ "Salam damai mesra penuh cinta." ⬅️

Yosaldy Fin Pirdaus Z
Fin Pirdaus Z
(Aldy Rafvel Fin Z)
Cikisa Binti Said Ucin .������
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️

(ENCIK DYNASTI group)
"Que sera sera".

Entri Populer

Laman

Total Tayangan Halaman

Rabu, 21 Januari 2015

Muslimah wajib berkerudung, jilbab maupun hijab.

Assalamu'alaikumwarohkmatullahiwabararokaatuh.

Terasa bahagia jika dalam perjalanan bersua dengan kaum Hawa yang melihatnya mengenakan kerudung maupun jilbab. Ada kebanggaan pribadi saat menyaksikannya baik dialam mayapada maupun dikenyataan. Memang tidak banyak mengenal kehidupan pribadi mereka. Nilai utama hati bicara: "Alhamdulillah, wanita ini telah membaca Firman Allah SWT".
" Alhadulillah wanita ini kenal Islam dengan sempurna".

Nanti ku ingin mendapat pendamping yang mengenakan kerudung. Hal ini telah dipintakan kepada ALLAH SWT ku. InsyaAllah IA ijabah. Aamiin.

"Membalut tubuh" dengan pakaian panjang untuk menutupi aurat bukanlah hal yang main main, ini sudah berabad abad tercantum dalam Kitab Suci.

Firman ALLAH SWT.
Qs An-Nur 31. Katakanlah kepada wanita yang beriman:` Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.(QS. 24:31)

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (31) 

Ada juga ayat Qur'an berbunyi dengan maksud yang sama , yaitu terdapat pada Qs Al-Ahzab ayat 59.

Qs Al-Ahzab ayat 59 {Qs 23:59}. 

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha  Penyayang.




Untukmu keluarga besarku , handai taulan, teman teman dan para sahabat, ukhty yang berjilbab:


Samudra Atlantik dikurung kuala.
Kapal bertolak ke Bangka Belitung.
Sudahlah cantik berkerudung pula.
Bekal kelak jiwa beruntung .



Sabtu, 10 Januari 2015

Senja di ujung Setokok

Diantara senyap ladang2 lautan.
Gemuruh mentari menuai asa dibalik rinai  hujan panas.
Entahlah dimana ikan ikan berteduh ...

Gerimis mengumbar kesah.
Memelasah pipiku seiring bangau terbang senja.
Mencolek sekerat kenangan.
Yakh, ketika rindu ditanya bisu.
Semoga kejora bermain layang layang malam ini ...

Que sera sera.
Setokok island, 10 Januri '15.

Kamis, 01 Januari 2015

Apakah Maulud Nabi itu?

Maulud atau maulid adalah merayakan hari lahir nabi besar Muhammad SAW.

Nabi Muhammad.Lahir: 20 April/12 Robi'ul Awal Tahun 571 Masehi. Dan wafat hari Senin, tanggal 12 Rabi'ul Awall 11 Hijriyyah dalam usia 63 tahun.

Makam, komplek masjid Nabawi.

Nabi Muhammad SAW menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Senin,tanggal 12 Rabiul Awal 11 Hijriyyah saat berusia 63 tahun. Jenazah beliau dimandikan dalam keadaan berpakaian. Ali bin Abi Thalib yang memimpin pelaksanaan prosesi pemandiannya. Di antara sahabat yang membantu membalikkan tubuh jenazah adalah Abbas bin Abdul Muthalib, Fadhl bin Abbas dan Qatsam bin Abbas. Usamah bin Zaid dan Shalih yang menuangkan air ke tubuh jenazah. Ali bin Abi Thalib sendiri yang membersihkan tubuh jenazah dari bekas keringat. Ali tidak menemukan satu kotoran pun pada tubuh beliau. Malah, menurut Ali, jenazahnya mengeluarkan bau harum.

Seusai dimandikan, jenazah suci Nabi Muhammad SAW dikafani dengan tiga pakaian beliau sendiri; yang dua berwarna putih dan yang satu berwarna kekuning-kuningan. Tidak ada baju lengan panjang dan surban di dalamnya. Jenazah beliau selanjutnya diletakkan di atas ranjang di pinggir bakal kuburan. Kemudian masuklah orang-orang secara berkelompok. Mereka menshalatinya berkelompok dan bergantian. Orang yang pertama shalat adalah Abbas bin Abdul Muthalib, kemudian Bani Hasyim, Muhajirin, Anshar, dan seluruh manusia yang hadir. Berikutnya giliran anak-anak dan para wanita yang diberi kesempatan masuk untuk melihatnya.

Sahabat Abu Thalhah lantas mencangkul tanah untuk lubang kuburan Nabi Muhammad SAW di tempat tidur bekas beliau. Jenazah beliau dimakamkan di dalam rumah Siti Aisyah, istri beliau. Beliau pernah mengatakan bahwa dahulu para nabi dikubur di tempat mereka wafat. Selama menggali, Abu Thalhah mengucapkan doa ma halaka. Artinya Nabi Muhammad SAW sebenarnya tidak rusak dan tidak meninggal sama sekali, kecuali dikubur dan dicabut ruhnya.

Abu Thalhah sudah rampung membuat tempat peletakan jenazah. Nabi Muhammad SAW secara perlahan diturunkan ke liang lahat. Abbas bin Abdul Muthalib, Fadhl bin Abbas, Qatsam bin Abbas, Ali bin Abi Thalib, dan Syaqran yang turun ke liang lahat. Mereka mengurus dan mengatur posisi jenazah. Sesudah wajah dan tubuh jenazah dihadapkan ke arah kiblat, jenazah dimasukkan dan lubang kubur ditutup. Di atas kuburnya dibangun sebuah bata. Para sahabat kemudian menaburkan debu dan meratakan kuburan Nabi Muhammad SAW, lalu menyiramkan air di atasnya.

Makam dikomplek Nabawi bersama para sahabat, yang dusebelah kiri beliau terbaring jasad Umar bin Khattab.


Nabi Muhammad SAW merupakan Nabi dan Rasul yang terakhir diutuskan oleh Allah SWT bagi menjadi model terulung untuk seluruh alam serta kedatangannya juga adalah untuk Makarrimal Akhlak manusia. Nabi Muhammad SAW merupakan keturunan dari Nabi Ismail As dan Nabi Ibrahim.

Silsilah beliau/

Nabi Muhammad s.a.w. (Muhammad bin Abdullah), Abdullah bin Abdul Muttalib, Abdul Mutallib bin Hashim, Hashim bin Abdul, Manaf Abdul Manaf bin Qusai ? Qusai bin Kilab, Kilab bin Murrah, Murrah bin Kaab, Kaab bin Luay, Luay bin Ghalib

Ghalib bin Fahr, Fahr bin Malik, Malik bin An-Nadr, An-Nadr bin Kinanah, Kinanah bin Khuzaimah, Khuzaimah bin Mudrikah, Mudrikah bin Elyas, Elyas bin Mudar, Mudar bin Nizar, Nizar bin Ma'ad, Ma'ad bin Adnan, Adnan bin Add,  ( Adnan bin Add diriwayatkan merupakan Pemerintah Pertama bagi kota suci Makkah)(lahir tahun 122 SM),

Add bin Humaisi, Humaisi bin Salaman, Salaman bin Aws, Aws bin Buz, Buz bin Qamwal, Qamwal bin Obai, Obai bin, Awwam, Awwam bin Nashid, Nashid bin Haza, Haza bin Bildas, Bildas bin Yadlaf, Yadlaf bin Tabikh,

Tabikh bin Jahim,Jahim bin Nahish, Nahish bin Makhi, Makhi bin Ayd, Ayd bin Abqar, Abqar bin Ubayd, Ubayd bin Ad-Daa, Ad-Daa bin Hamdan, Hamdan bin Sanbir, Sanbir bin YathRabi, YathRabi bin Yahzin, Yahzin bin Yalhan, Yalhan bin Arami, Arami bin Ayd, Ayd bin Deshan, Deshan bin Aisar/Aizar,

Aisar bin Afnad, Afnad bin Aiham,Aiham bin Muksar, Muksar bin Nahith, Nahith bin Zarih, Zarih bin Sani, Sani bin Wazzi
Wazzi bin Adwa', Adwa' bin Aram, Aram bin Haidir, Haidir bin Ismail (anak Nabi Allah Ismail)
Ismail bin Ibrahim .
Ibrahim bin Azar (Nabi Ibrahim a.s.)

Perayaan Maulid nabi besar Muhammad SAW tahun ini, Sabtu 03 Januari 2015 / 12 Robiul Awwal 1436 H.



Selasa, 30 Desember 2014

Kapten Pilot Air Asia QZ8501

Dua hari dua malam sudah
Kau dicari tak kunjung jua.
Renung ratap tangis tiada henti
Pilu menyayat melumur hati
Isak panjang berkunang kunang
Do'a terpanjat , ingin kau datang ...

Kapten Irianto bin Suwarto

Dimana kini kau melanglang
Dilangit mana sedang terbang
Semua senang diawang awang 
Semoga berkah semua penumpang
Rindu tertahan segera pulang ...






Air Asia QZ8501 ...
Bertolak Surabaya  ke Changi Singapura.
Kau bercumbu dengan udara.
Dipeluk pagi senyum gembira
Melintas langit melayar sugara.
Dipantau mentari dibawah menara.
Bertiti pandu angkasa pura.
Dari bandara menuju bandara.

Antara Bangka Belitung kalimantan
Kau berkurung dalam dekapan ..
Samping terumbu kau berbaring.
Ditaman rindu kau tersanding.
Ingatlah kami ini ...



Photo didownload dari berbagai sumber:

https://www.google.com/search?q=berita+terkini+air+asia&hl=en&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ei=j2eiVJTbEZHluQT32IHICQ&ved=0CAgQ_AUoAg#hl=en&tbm=isch&q=keluarga+pilot+air+asia+irianto+tenang








Air Asia QZ8501

Dua hari dua malam sudah
Kau dicari tak kunjung jua.
Renung ratap tangis tiada henti
Pilu menyayat melumur hati
Isak panjang berkunang kunang
Do'a terpanjat , ingin kau pulang ...



Minggu, 28 Desember 2014

Silsilah Nabi Muhammad SAW

SILSILAH LENGKAP NASAB NABI MUHAMMAD SAW DAN HUKUM MENYAMPAIKANNYA



Oleh: Pray. Ksn
Bismillahirrohmaanirrohiim. 

Tak Kenal Maka Tak Cinta-
Silsilah Lengkap Nasab Rosulullah dan Cara Penyampaian Nasab Rosulullah Saw. 
Silsilah nasab (Jalur keturunan) Sayyidina Muhammad Shollallahu’alaihi Wasallam kepada kakek-kakeknya:

SILSILAH NASAB NABI MUHAMMAD SAW SAMPAI ADNAAN

Silsilah Nasab Nabi Muhammad saw. Sampai Kepada Adnaan.
Dalam Kitab Al-‘Aqdul Jauhar Fii Maulidinna Biyyil Azhar, yang lebih di kenal Kitab Al- Barzanji Li As-Sayyid Ja’far bin Hasan bin Abdul Kariim bin Muhammad bin Rosul bin Abdus Sayyid Al-Barzanji. Beliau lahir tahun 1126 H, wafat tahun 1177 H
ditulis sebagai berikut:

وَبَعْدُ فَأَقُوْلُ هُوَ سَيِّدُنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ وَاسْمُهُ شَيْبَةُ الْحَمْدِ، حُمِدَتْ خِصَالُهُ السَّنِيَّةُ، اِبْنِ هَاشِمٍ وَاسْمُهُ عَمْرُو بْنِ عَبْدِ مَنَافٍ وَاسْمُهُ الْمُغِيْرَةُ الَّذِيْ يَنْتَمِي الْإِرْتِقَاءُ لِعُلْيَاهُ، اِبْنِ قُصَيٍّ وَاسْمُهُ مُجَمِّعٌ سُمِّيَ بِقُصِيٍّ لِتَقَاصِيْهِ فِيْ بِلَادِ قُضَاعَةَ الْقَصِيَّةِ إِلَى أَنْ أَعَادَهُ اللهُ تَعَالَى إِلَى الْحَرَمِ الْمُحْتَرَمِ فَحَمَى حِمَاهُ اِبْنِ كِلَابٍ وَاسْمُهُ حَكِيْمٌ، اِبْنِ مُرَّةَ، اِبْنِ كَعْبِ بْنِ لُؤَيِّ بْنِ غَالِبِ بْنِ فِهْرٍ وَاسْمُهُ قُرَيْشٌ وَإِلَيْهِ تُنْسَبُ الْبُطُوْنُ الْقُرَشِيَّةُ وَمَا فَوْقَهُ كِنَانِيٌّ كَمَا جَنَحَ إِلَيْهِ الْكَثِيْرُ وَارْتَضَاهُ، اِبْنِ مَالِكِ بْنِ النَّضْرِ بْنِ كِنَانَةَ بْنِ خُزَيْمَةَ بْنِ مُدْرِكَةَ بْنِ اِلْيَاسَ وَهُوَ أَوَّلُ مَنْ أَهْدَى الْبُدْنَ إِلَى الرِّحَابِ الْحَرَمِيَّةِ وَسُمِعَ فِيْ صُلْبِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ اللهَ تَعَالَى وَلَبَّاهُ، اِبْنِ مُضَرَ بْنِ نِزَارِ بْنِ مَعَدِّ بْنِ عَدْنَانَ وَهَذَا سِلْكٌ نَظَمَتْ فَرَائِدَهُ بَنَانُ السُّنَّةِ السَّنِيَّةِ

Artinya:
“Nabi Muhammad Shollallaahu‘alaihi wasallam bin Sayyid Abdullah bin Abdul Muththolib (Namanya Syaibatul Hamdi) bin Hasyim (Yang namanya Amr) bin Abdu Manaf (Namanya Al-Mughiroh) bin Qushoyyi (Namanya Mujammi’) bin Kilaab (Namanya Hakim) bin Murroh bin Ka’ab bin Lu’ayyi bin Ghoolib bin Fihr (Namanya Quroisy dan menjadi cikal bakal nama Suku Quraisy) bin Maalik bin An-Nadhor bin Kinaanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyaas binMudhor bin Nizaar bin Ma’add bin Adnaan”.  

SILSILAH NASAB DARI ADNAN SAMPAI NABI ADAM A.S

Silsilah Nasab berikutnya dari Adnan sampai kepada Nabi Adam a.s
Didalam kitab Tahqiiqul Maqoom ‘Alaa Kifaayatil ‘Awaamm Fii ‘Ilmi al-Kalaam, Li Syaikh Ibrohim al-Baajuuri. Beliau lahir tahun 1198 H, wafat tahun 1277 H):

وَقَدْ ذَكَرَ الْعِرَاقِيُّ أَصَحَّهَا فِيْ أَلْفِيَةِ السِّيْرَة وَحَاصِلُهُ أَنَّ عَدْنَانَ بْنُ أُدّ بْنِ أُدَدْ بْنِ مُقَوَّمِ بْنِ نَاحُوْرِ بْنِ تَيْرَخْ بْنِ يَعْرُبْ بْنِ يَشْجُبْ بْنِ نَابِتِ بْنِ إِسْمَاعِيْلَ بْنِ إِبْرَاهِيْمَ (عَلَيْهِمَا السَّلَامُ) اِبْنِ تَارَخْ بْنِ نَاحُورْ بْنِ شَارُوخْ بْنِ أَرْغُوْ بْنِ فَالَخْ بْنِ عَيْبَرْ قَالَ بَعْضُهُمْ هُوَ سَيِّدُنَا هُوْدٌ (عَلَيْهِ السَّلَامُ) اِبْنِ شَالَخْ بْنِ أَرْفَخْشَدْ بْنِ سَامْ بْنِ نُوْحٍ (عَلَيْهِ السَّلَامُ) وَاسْمُهُ عَبْدُ الْغَفَّارِ اِبْنِ لَامَكْ بْنِ مَتُّوْ شَلْخَ بْنِ خَنُوخْ قَالَ ابْنُ إِسْحَاقَ إِنَّهُ إِدْرِيْسُ فِيْمَا يَزْعُمُوْنَ اِبْنِ يَرْدَ بْنِ مَهْلَايِيْلَ بْنِ قَيْنَنْ بْنِ يَانُشْ بْنِ شِيْثٍ (عَلَيْهِ السَّلَامُ) اِبْنِ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ.

“Telah disebutkan oleh Al Imam al-Iroqiy dan juga di shohihkannya didalam Kitab Al-Fiyah As-Siirroh bahwa: “(Adnan) bin Udd bin Udad bin Muqowwam bin Naahuur bin Tairokh bin Ya’ruub bin Yasyjub bin Naabit bin Nabi Isma’il ‘Alaihissalaam bin Nabi Ibrohim ‘Alaihissalaam bin Taarokh bin Naahuur bin Syaaruukh bin Arghuu bin Faalakh bin ‘Aibar (Ada yang mengatakan beliau adalah Nabi Hud ‘Alaihissalaam) bin Syaalakh bin Arfakhsyad bin Saam bin Nabi Nuh ‘alaihissalaam bin Laamak bin Mattuusyalkho bin Khonuukh (Ada yang mengatakan beliau adalah Nabi Idris ‘Alaihissalaam) bin Yard bin Mahlaayiil bin Qoinan bin Yaanusy bin Nabi Syits ‘Alaihissalaam bin Nabi Adam ‘Alaihissalaam”. Wallaahua’lam.

DARI NASAB AYAH

Dari Pihak Ayah adalah:
“Nabi Muhammad Shollallaahu‘alaihi wasallam bin Sayyid Abdullah bin Abdul Muththolib (Namanya Syaibatul Hamdi) bin Hasyim (Yang namanya Amr) bin Abdu Manaf (Namanya Al-Mughiroh) bin Qushoyyi (Namanya Mujammi’) bin Kilaab (Namanya Hakim) bin Murroh bin Ka’ab bin Lu’ayyi bin Ghoolib bin Fihr (Namanya Quroisy dan menjadi cikal bakal nama Suku Quraisy) bin Maalik bin An-Nadhor bin Kinaanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyaas binMudhor bin Nizaar bin Ma’add bin Adnaan”.

DARI NASAB IBU

Dari Pihak Ibu:
“Nabi Muhammad Shollallaahu‘alaihi Wasallam bin Sayyidah Aminah binti Wahbin bin Abdul Manaf (Namanya Al-Mughiroh) bin Zuhroh bin Kilaab (Namanya Hakim) bin Murroh bin Ka’ab bin Lu’ayyi bin Ghoolib bin Fihr (Namanya Quroisy dan menjadi cikal bakal nama Suku Quraisy) bin Maalik bin An-Nadhor bin Kinaanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyaas bin Mudhor bin Nizaar bin Ma’add bin Adnaan”.

Maka silsilah Nabi Muhammad saw dari pihak ayahnya dan ibunya bertemu pada kakek yang kelima dari pihak ayah yaitu Kilaab bin Murroh. Karena Kilaab mempunyai dua orang anak laki-laki, masing-masing bernama Qushoyyi dan Zuroh. Qushoyyi itulah yang menurunkan Sayyid Abdullah (Ayah Nabi Muhammad). Dan Zuroh itulah yang menurunkan Sayyidah Aminah (Ibu Nabi Muhammad). Maka Sayyid Abdullah dan Sayyidah Aminah adalah satu bangsa yaitu sama-sama bangsa Quraisy dalam satu negeri bernama Hijaz (Mekkah) dan dalam keturunan yang dekat sekali.

SILSILAH NASAB PERNIKAHAN ADNAN HINGGA NABI MUHAMMAD

Dari Silsilah Adnan Hingga Rosulullah secara lengkap pernikahan:
“Adnan menikah dengan seorang wanita dari bangsanya sendiri bernama Aminah, dengan Aminah itu mereka mempunyai anak laki-laki yang bernama Mu’add. Ma’add menikah dengan seorang wanita bernama Mu’anah, dikaruniai anak laki-laki bernama Nizaar. Nizaar menikah dengan seorang wanita bernama Saudah. Dikaruniai empat anak laki-laki, diantaranya yang bernama Mudhor. Mudhor menikah dengan wanita bernama Robbah. Dikaruniai beberapa anak laki-laki, diantaranya bernama Ilyas. Ilyas menikah dengan wanita bernama Khondaf. Dikarunia beberapa anak laki-laki, diantaranya bernama Mudrikah. Mudrikah menikah dengan wanita bernama Salam. Dikaruniai beberapa anak laki-laki, diantaranya bernama Khuzaimah. Khuzaimah menikah dengan wanita bernama Awanah. Dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Kinaanah. Kinaanah menikah dengan wanita bernama Barroh. Dikaruniai beberapa anak laki-laki, diantaranya bernama Nadhor. Nadhor menikah dengan wanita bernama Atikah. Dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Maalik. Maalik menikah wanita bernama Jandalah. Dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Fihr. Fihr menikah dengan wanita bernama Lafla. Dikaruniai dua anak laki-laki, diantaranya bernama Ghoolib. Ghoolib menikah dengan wanita bernama Salma. Dikaruniai dua anak laki-laki, diantaranya bernama Lu’ayyi. Lu’ayyi menikah dengan wanita bernama Matiyah. Dikarunia beberapa anak laki-laki, diantaranya bernama Ka’ab. Ka’ab menikah dengan wanita bernama Wahsyiyah. Dikarunia beberapa anak laki-laki, diantaranya bernama Murroh. Murroh menikah dengan wanita bernama Hindun. Dikaruniai tiga anak laki-laki, diantaranya bernama Kilaab. Kilaab menikah dengan wanita bernama Fathimah. Dikaruniai dua orang anak laki-laki Qushoyyi dan Zuhrah. Qushoyyi menikah wanita bernama Hubayya. Dikaruniai tiga orang anak laki-laki, masing-masing bernama Abdud Dar, Abdul Manaf, Abdul Uzza. Abdul Manaf menikah dengan wanita bernama Atikah. Dikaruniai empat anak laki-laki, yang masing-masing bernama Hasyim, Abdu Syamsin, Muththolib, dan Naufal. Hasyim menikah dengan wanita bernama Salma. Dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Abdul Muththolib. Abdul Muththolib menikah dengan wanita bernama Fathimah. Dikaruniai bebarapa orang anak laki-laki, yang masing-masing bernama Harits, Abdul Azz (Uzza), Abdul Manaf, Zubair dan Abdullah. Dan pula anak-anak Abdul Muththolib yang lain seperti Abbas, Hamzah, Dhiror, Muqawwam (Abdul Ka’bah) dan beberapa anak perempuan, tetapi semuanya berbeda dari lain ibu. Lengkapnya tanpa ada perbedaan pendapat, anak laki-lakinya Harits, Abdul Uzza, Abdul Manaf, Zubair, Hamzah, Abbas, Abu Lahab (Dhiror), Muqowwam, Abu Tholib, Abdullah. Sayyid Abdullah menikah dengan wanita bernama Sayyidah Aminah. Dikaruniai seorang anak laki-laki mulia bernama Sayyidina Rosulullah Muhammad Shollallahu’alaihi Wasallam”.

Demikianlah silsilah nasab Nabi Muhammad saw yang termaktub didalam kitab-kitab Tarikh (Sejarah).

SILSILAH ROSULULLAH ADALAH NASAB PILIHAN

Dengan demikian, Silsilah Nasab Sayyidina Muhammad saw itu adalah orang-orang pilihan. Dan menjadi bantahan bagi sebagian orang yang menyatakan bukan orang-orang pilihan dan dimuliakan. Diantaranya:

Sebagaimana Rosulullah saw sabdakan:
“Aku Muhammad bin Abdul Muththolib. Sesungguhnya, Allah telah menciptakan makhluk, maka Dia telah menjadikan aku dalam sebaik-baik bagian mereka, kemudian Dia menjadikan mereka beberapa kabilah maka Dia menjadikan aku dalam sebaik-baik kabilah mereka, kemudian Dia menjadikan mereka beberapa keluarga, maka dia menjadikan aku dalam sebaik-baik keluarga mereka dan sebaik-baik diri diantara mereka (HR. Imam Tirmidzi dari Abbas bin Abdul Muthalib r.a).

Rosulullah saw juga pernah bersabda:

إنّ الله اصطفى بني كنانة من بني إسماعيل واصطفى من بني كنانة قريشا واصطفى من قريش بني هاشم واصطفاني من بني هاشم

Artinya:
“Sesungguhnya, Allah telah memilih Ismail menjadi anak Ibrahim dan Dia telah memilih keturunan Kinanah dan Dia telah memilih Hasyim dari Quraisyi dan Dia telah memilih aku dari keturunan Hasyim. (HR. Imam Tirmidzi dari Watsilah bin Al-Asqa r.a dan diwayatkan juga Imam Muslim).

Itulah diantara sabda Rosulullah saw yang menunjukkan bahwa pribadi beliau itu adalah dari keturunan orang-orang pilihan dan dari hadits kedua itu jelaslah bagi kita bahwa beliau adalah keturunan dari Nabi Ismail a.s bin Nabi Ibrahim a.s.

CARA PENYAMPAIAN NASAB

Kebanyakkan Para Ulama’ menyampaikan mengenai Nasab Rosulullah saw baik dari pihak ayah beliau maupun ibu beliau hanya sampai pada Adnaan, sebagaimana yang nanti ada sandarannya (Isnadnya) adalah sampai kepada Adnaan dan Adnaan ini nyata-nyata adalah keturunan Nabi Isma’il a.s bin Nabi Ibrohim a.s. Hanya saja dari Nabi Ismail a.s sampai kepada Adnaan itu keturunan secara rincinya tidak tercatat dengan jelas dalam Kitab-Kitab Tarikh (Sejarah) dan Kitab-Kitab Hadits. Sungguh pun begitu, ada juga riwayat yang membentangkan bahwa Nabi Ismail as itu kakek yang ke-30 bagi Nabi Muhammad saw.

Maka kebanyakkan Para Alim Ulama dalam menyampaikan Nasab Rosulullah hingga pada Adnaan saja, sebagaimana diantaranya di Kitab Al-Barzanji yang telah kita sebutkan diatas. Yaitu:
“Nabi Muhammad Shollallaahu‘alaihi wasallam bin Sayyid Abdullah bin Abdul Muththolib (Namanya Syaibatul Hamdi) bin Hasyim (Yang namanya Amr) bin Abdu Manaf (Namanya Al-Mughiroh) bin Qushoyyi (Namanya Mujammi’) bin Kilaab (Namanya Hakim) bin Murroh bin Ka’ab bin Lu’ayyi bin Ghoolib bin Fihr (Namanya Quroisy dan menjadi cikal bakal nama Suku Quraisy) bin Maalik bin An-Nadhor bin Kinaanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyaas binMudhor bin Nizaar bin Ma’add bin Adnaan”.

Selain juga mengikuti cara Rosulullah dalam menyampaikannya.
Diriwayatkan bahwa Nabi saw apabila menceritakan nasabnya (silsilahnya) sampai kepada adnaan, beliau berhenti lalu bersabda: “Dustalah orang-orang yang membuat-buat nasab (silsilah) sesudah itu, walaupun mereka itu benar”.

Dan Ibnu Abbas r.a berkata:
“Rosulullah saw apabila menceritakan nasabnya, tidaklah melebihi dalam menceritakan dalam nasabnya dari Ma’add bin Adnaan bin Udad, kemudian beliau berhenti dan bersabda: “Dustalah orang-orang yang membuat-buat nasab. (HR. Ibnu Sa’ad dan Ibnu Asakir).

Al-Imam Bukhori menyatakan didalam Kitab Shohih-nya meriwayatkan nasab Rosulullah saw sampai kepada Adnaan.

Dengan demikian, sebaiknya orang yang ingin menceritakan nasab Nabi Muhammad saw jangan melebihi dari pada Adnaan karena ketidak jelasan dan perbedaan pendapat yang banyak terlebih dari Adnaan seterusnya ke atas kakeknya hingga Nabi Isma’il, dan dari Nabi Ibrohim seterusnya ke atas kakeknya hingga Nabi Adam a.s.

Seperti diantaranya dalam Kitab Rohmatan Lil’alamin Li Al-Allamah Muhammad Sulaiman Al-Manshurfury:
“Adnaan Ud, bin Hamaisa’ bin Salaman bin Aush bin Bauz bin Qimwal bin Ubay bin Awwam bin Nasyid bin Haza bin Baldas bin Yadlaf bin Thabikh bin Jahim bin Nahisy bin Makhy bin Aidh bin Abqar bin Ubaid bin Ad-Da’a bin Hamdan bin Sinbar bin Yatsriby bin Yahzan bin Yalhan bin Ar’awy bin Aidh bin Daisyan bin Aishar bin Afnad bin Aiham bin Muqshir bin Nahits binZarih bin Sumay bin Muzay bin Iwadhah bin Aram bin Qaidar bin Isma’il bin Ibrahim bin Tarih (yang namanya Azar), bin Nahur bin Saru’ atau Sarugh bin Ra’u bin Falakh bin Aibar bin Syalakh bin Arfakhsyad bin Sam bin Nih alaihissalam bin Lamk bin Matausyalakh bin Akhnukh bin Idris alaihissalam bin Yard bin Mahla’il bin Qainan bin Yanisha bin Syaits bin Adam a.s”. Wallahua’lam.

Lambat laun zaman berganti zaman, orang-orang semakin bertanya akan Nasab Nabi Muhammad saw hingga Nabi Adam a.s bahkan menolak Nabi Muhammad saw. Sebagai utusan Allah. Hingga ada yang menghina beliau dan mencaci Nasab beliau maka perlu dijelaskan secara detail untuk memuliakan beliau hingga Nabi Adam a.s. sebagaimana diantaranya didalam Kitab Tahqiiqul Maqaam ‘Alaa Kifaayatil ‘Awaamm Fii ‘Ilmil Kalaam, karya Syeikh Ibrahim al Baajuuri, yang telah kita jelaskan diatas. Yaitu:

“(Adnan) bin Udd bin Udad bin Muqowwam bin Naahuur bin Tairokh bin Ya’ruub bin Yasyjub bin Naabit bin Nabi Isma’il ‘Alaihissalaam bin Nabi Ibrohim ‘Alaihissalaam bin Taarokh bin Naahuur bin Syaaruukh bin Arghuu bin Faalakh bin ‘Aibar (Ada yang mengatakan beliau adalah Nabi Hud ‘Alaihissalaam) bin Syaalakh bin Arfakhsyad bin Saam bin Nabi Nuh ‘alaihissalaam bin Laamak bin Mattuusyalkho bin Khonuukh (Ada yang mengatakan beliau adalah Nabi Idris ‘Alaihissalaam) bin Yard bin Mahlaayiil bin Qoinan bin Yaanusy bin Nabi Syits ‘Alaihissalaam bin Nabi Adam ‘Alaihissalaam. Wallaahua’lam.

Demikianlah dari berbagai sumber kitab, 

Tambahan, KH Said Agil Siroj MA hafal nasab Rasulullah SAW, saksikan di :


http://m.youtube.com/watch?v=YbY_Up9MQDU




InsyaAllah bermanfaat.
Wasaalam.

Jumat, 26 Desember 2014

Ketika aku terdiam


Ku tanya dlm rindu kala diam bertekuk lutut.
Dimana hujan turun kala air hanyut kehulu?
Tiada jawaban kecuali gemerincing bambu mencumbu ruas.
Hanya segengam harap nyaris lesap.
Kudekap dalam alunan simponi malam.
Ku tau aku terjatuh setelah fajar melepas mimpi.

Sayup terombang dibawa angin
Alunan lantuman Ayat Suci Al-Qur'an memecah keheningan malam.
Dan ku tau, runduku semakin panjang ...

Btm, 8 Desember 2014

Pengikut