Berhalaman luas diapit 2 temusuk kecil.Beberapa batang pinang iyang hutan merah yg sengaja dicabut dari lelap tampak tumbuh sebagai penjaga tiap2 tapak.Tiada tanaman hias mencolok ataw istimewa.
Dihalaman depan sebagai ciri khas terpampang sebuah miniatur kereta dorong(kerito surung).Semua bahan kereta terbuat dari kayu tanpa sebatang paku.
Translate
AlQur'an online
__________________________________________________________________
Dipersembahkan oleh finzmyale.blogspot.com
Forward: http://m.alquran-indonesia.com/mquran/index.php/quran
Salam Hormat.
[Kelak jika ayah(Encik ku)dibawah ini telah tiada,seterusnya akulah pengurus blog ini.Salamku,Raga D A].
Selamat datang di blog kami.
➡️ "Salam damai mesra penuh cinta." ⬅️
Yosaldy Fin Pirdaus Z
Fin Pirdaus Z
(Aldy Rafvel Fin Z)
Yosaldy Fin Pirdaus Z
Fin Pirdaus Z
(Aldy Rafvel Fin Z)
Cikisa Binti Said Ucin .������
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
(ENCIK DYNASTI group)
"Que sera sera".
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
(ENCIK DYNASTI group)
"Que sera sera".
Entri Populer
-
Di seluruh belahan dunia manapun,bila Islam maka pasti ia memiliki Kitab Suci ini apapun bentuknya,tipis maupun tebal. Dari zaman Rasulullah...
-
Bank BRI akan mengeluarkan kartu mirip ATM untuk pembelian BBM solar menggantikan kartu pengawasan atau kartu survei bersubsidi yang selama ...
-
Dari Buletin Jum'at, media informasi dan komunikasi umat. Oleh Ustadz Sigit Pranowo Lc Assalamu'alaikum warohmatullahi w...
-
Osama yang seorang Usamah bin Muhammad Ladin,konon kini telah terkubur didalam samudra,dilautan negri antah berantah ! Akan tetapi,dimanapun...
-
Secolet info. "Gunung" kecil mungil tanpa kawah ini terletak di Kelurahan Sungai Buluh,tepatnya berada disebelah barat desa Pebuar...
-
Persamaan dan Perbedaan Kitab dan Suhuf, Kitab dan suhuf sama-sama merupakan wahyu dari Allah Swt yang disampaikan kepada para rasul-Nya unt...
-
Pernah mendengar sebuah tempat yang bernama Bujang Budu? Di negri tercinta ini banyak daerah daerah yang nama desa atau kabupatennya didap...
-
Ketika tanda tanya berkalang tuntut. Seraut wajah tumbuh kala fajar memutar pariwara pagi itu. Bibit hati terungkap tanpa komisi pencari per...
-
Gerimis Desember 2006 terus saja mengguyur pulau ini sedari kemarin malam hingga sore ini. Aneh memang,walau pasukan mendung gelap pekat te...
-
Kembang brokoli bukan kubis Jatuh setangkai di sepah ular Dibilang berkali kali dengan nangis Itu unggah selular bukan seluar. Jauh sudah sa...
Laman
Total Tayangan Halaman
Lencana Facebook
Senin, 14 Juni 2010
Kamis, 10 Juni 2010
Tiga Pelaku Utama Disatu Buku



Pekarangan itu lumayan luas namun rumput tebal tampak mesra bergumpal,akn tetapi dibagian tertentu tiada tumbuh sehelaipun.Kelapa kuning tegak 2~3 batang pada halaman,berpagar kayu dan baru saja ditanami bambu tali.......
Atap genteng lama,berdinding papan.Dibagian belakang berdiri bioskop misbar,gerimis bubar.Berhadapan langsung dengan lapang sepak bola kebanggaan kecamatan.
Disana 6 thn aku bolak balik berjalan kaki menempuh jarak kilometer tatkala masih tercata menyandang predikat sebagai *mahasiswa dasar,sekolah........
Entahlah sudah lupa persis tahunnya,mungkin juga kelas satu,dua ataw tiga.
Mampu memang untuk menebak asalkan membuka buku raport usang yg bersampul kertas koran bekas tak berwarna.....
Tiada pakaian seragam & tidak bersepatu bata,pakalolo ataw carvile yg mampu dikenakan.
Selain belum diproduksi(mungkin)maupun sdh tersedia di pasaran tapi hanya mampu dipakai mata saja.
Tak lain kalau kesekolah hanya bersandal jepit ataw sesekali bersepatu karet merk otaruku.
Yakh..telah lama sekali,berbelas bahkan berpuluh tahun silam....
Ketika pelajaran bahasa Indonesia,semua senang termasuk aku.
Masih teringat lekat2 wajah seorang guru yg menjadi pendidik sekaligus wali kelas & juga guru bahasa Indonesia kami.
"Kita membaca bersama,"katanya setelah menyebutkan halaman yg dimaksud.
Lalu terdengar serempak;
Ini Budi.
Ini bapak Budi.
Ini Ibu Budi.
Ini kakak Budi.
Ini adik Budi.
Wati kakak Budi.
Budi adik Wati.
Budi kakak Iwan.
Iwan adik Budi.
Pak Harun guru Budi.
Pak Harun.
Pak Harun.
Pak Harun guru Budi......
Entahlah siapa pengarang buku pelajaran tersebut.
Ternyata hal terindah menjadi nyata dari cerita buku itu.Hal ini bukan ramalan masa lalu tapi sebuah bacaan yg menjelma menjadi kenyataan dimasa kini.Mungkinkah hanya sebuah kebetulan?
Lihatlah nama dari pemeran2 kecil yg ada dibuku mata pelajaran bahasa Indonesia kita diatas setelah mereka dewasa.
Akupun menjadi terharu dan mengenal sekarang akan pesan2 yg terkandung didalamnya,ternyata:
'Wati' sudah menjadi presiden,'Budi' menjabat sebagai wakil presiden(berselang beberapa thn kemudian)dan 'Iwan' memilih turun kejalan menjadi pemusik seniman terkenal 'wakil rakyat',pernah juga mempersembahkan lagu buat pak Harun gurunya yg dituang lewat 'Oemar Bakrie'.......
Akn tetapi tidak demikian dengan guru pak Harun.
Entahlah apa kabarnya,bagaimanakah kini,sudah ubankah,masihkah disekolah itu,masihkah berjalan kaki ataw bersepeda dlm meniti karier serta hari2nya?
Naikkah pangkat/golongan & penghasilannya?
Ataw mungkin pula pak Harun telah.......
Namun yg jelas tetap guru dlm pahlawan tanpa jasa.
Beliau bangga,tersenyum melihat ''Wati,Budi dan Iwan Iwan kecil'' yg dulu menjadi bagian dari anak didiknya menjadi sukses,masuk televisi,terkenal,bernama berguna bagi agama nusa & bangsa.
I love you pak Harun........
@Catatan fb ku(Aldy Rafvel Fin Z),08 Juli 09.
*blog ini ku persembahkan special buat:
Pak Ron Hasan.umumnya beserta jajaran guru di SD Negri 75 Jebus angkatan 1980 kebawah.
Pak Wagimin,Swadaya Jebus Babel dan guru2ku semua.
Salam kangen.....
Rabu, 02 Juni 2010
Kau jiwaku,narapidana hati...recidivis cinta.
Malam kian jauh terbenam,larut luntur kedalam kubang embun setengah kabut..setengah asap tersatu dimulung tebu,dini hari....
Dlm ruang pembatas dekat jendela samping pintu masuk,disitu kau terduduk.Komat kamit membaca diary usang tak bersampul,sesekali bergendang lutut.
Jelas sekali tampaknya tulisan tlh banyak hilang dimangsa rayap...lembar2 halamanpun sdh bnyak dimakan angin.
Bung,catatan apakah yg kau cari.....?
Tiada sebuah aksarapun tersapa diantra kita,tiada tanya maupun jawaban.Hela nafas panjang terdengar tersendat seiring sorot mata tajammu menyerang bola mataku.Tak urung jiwa ini tersengat,menunduk dan menjadi serba salah susah tingkah.Tak berani mengangkat dagu apalagi menunjuk muka.
"Aneh,mengapa..kenapa lagikah dgn orang satu ini,"sergah bathinku melawan.
Sebatang surya 16 filter dinyalakan,asap tarikan pertama tampak begitu kau nikmati setelah sebelumnya meneguk sehirup kopi kapal tanker kepalang panas sembari terus menyingkap lembar lembar buku,ruas demi ruas....
Aku kembali terdiam,pasrah diri dan siap menerima segala serapah maupun caci maki sekalipun.Semoga saja kau tak berang & tak emosi tingkat menengah keatas...
20 menit kemudian lampu padam,spontan saja diluar terdengar gaduh,umpat dan mungkin juga garuk2 kepala dari para pemirsa.Kurang jelas mereka lagi menyaksikan sajian programa apa.
Diri bergegas mencari sebatang lilin.Namun tiba2 kau mencegah keras!
"Jangan nyalakan api,ku suka gelap,kegelapan itu indah tuk menerang hati,"katamu.Sesaat kemudian berujar lagi.
"Lihatlah rembulan itu,bukankah kita pernah menuangkan kehadirannya kedalam sebuah puisi,apakah kau tak malu,apakah kau tak berkesan dengan kesabitannya?
"Biarkan sinarnya hinggap disini tuk duduk bersama kita,"jelasmu panjang lebar tanpa memberi kesempatan berpendapat.
"Huukh,kalo andai saja tadi tak berusaha tuk menerang gelap mungkin lain lagi ceritanya,"hati melawan diam2.
Kucoba mancari makna yg kau kias tapi hingga detik ini jawaban itu tak sllu saja mengambang.
15 menit berlalu,ruangan ini kembali terang benderang.Terdengar lagi suara tetangga kegirangan terutama anak anak,bertanda setrum telah mengalir meniti liuk penghantar arus.
Keheningan kembali memangsa antara kau dan aku.Tak taulah apalagi yg akan kau katakan kedepan.Tetap saja jemari sibuk menyingkap helai demi helai bilah2 goresan.
Beberapa saat...msh di jam itu,tiada lagi suara2 kita.Jangkrik telah senyap,anak2 burungpun telah tertidur dibalik kepak sayap induknya.
Dingin mulai menyusup membalut iga2.Dan malampun kian jauh menyangkar lautan.........
Selembar sarung terasa membekap tubuh,tapi aneh siapa yang menyelimuti?
Okh,ternyata aku telah pulas dibbrapa jam yg lalu.
Suasana lenggang menyergap begitu saja,ada yang lain.
Puas membuang mata kiri kanan depan belakang,melongok keluar dari tingkap & trs mencari diseantero tempat.Tapi tiada hasil,dimanakah kau gerangan bung......
Kepenasarananlah yg memaksa langkah tuk mendekati meja kayu reot.Diatas smpul terlipat sepucuk surat telanjang yg ditujukan buatku.Pada bagian akhir bertuliskan:
"Maaf sengaja kau tak ku bangunkan,tampak kau sangat begitu lelah.Tak tega aku melihata tulang rusukmu menyeruak tiada darah tiada lagi berdaging.Kau jg tak menyadari sedikitpun bahwa aku sempat membelai ubun2mu.
Tadi bertepatan dgn usainya Subuh...akupun memulai tinggalkan gubuk kita dgn segala sadar,tidak mengigau.Perlu kau tau,semalaman ini aku tak tidur.Entahlah kemana tujuan ini tapi percayalah bahwa aku ttp sehati,selalu bersamamu.
Ingat,jgn lagi mencariku seperti waktu yg tlah sudah.Percuma itu kau perbuat dan hanya membuang waktu saja.
Sekali lagi percayalah,selama kau baik maka akupun berhal sama.
Oya,jika rindu bacalah buku itu.
Selamat tinggal bung...
Wassalam.
Ttd
Que Sera Sera.
(Sebuah paraf khas yg teramat kukenal baik mengakhiri tercantum diakhir surat).
Ku raih buku itu dan mendekapnya ke dlam dada.Apa makna semua ini,apa kealfaan yg telah kuperbuat,kesalahan mana yg paling fatal?
Bergegas menuruni tangga meski belum apa2 tuk menyambut pagi.Mencoba menyusul kesebuah telaga,siapa tau kau ada disitu.Lalu beralih Ketempat lain,kepantai lain,ke lain lain dan hingga lain2 tapi semuo nol.Tampak sedikit jejak tapi semudah itu pula hilang musnah.Nasib.
Dan yg ku tau meski telah keluar masuk kota,hutan,rimba raya,menyelam sungai baik tawar asin bahkan sampai keliling dunia....akn tetapi sosok wajah itu tak pernah lagi dijumpa.
Semua menggeleng,smua bilang entah ketika bertanya pada semua pejalan kaki kala berpapasan....
Kemna lagi kau ku cari?
Akhirnya diri pasrah,menyerah kalah tanpa syarat.Mungkin benar agar aku tak usah mencari cari sesuai pesanmu,bung.,,.
Terengah duduk bersila,terpaksa pada akhirnya.
Dan berucap "selamat jalan Aldy Rafvel Fin Z".
Kau jiwaku,narapidana hati dan recidivis cinta.
@Kenangan terakhir bersama Aldy Rafvel Fin Z.
Que sera sera.
Dlm ruang pembatas dekat jendela samping pintu masuk,disitu kau terduduk.Komat kamit membaca diary usang tak bersampul,sesekali bergendang lutut.
Jelas sekali tampaknya tulisan tlh banyak hilang dimangsa rayap...lembar2 halamanpun sdh bnyak dimakan angin.
Bung,catatan apakah yg kau cari.....?
Tiada sebuah aksarapun tersapa diantra kita,tiada tanya maupun jawaban.Hela nafas panjang terdengar tersendat seiring sorot mata tajammu menyerang bola mataku.Tak urung jiwa ini tersengat,menunduk dan menjadi serba salah susah tingkah.Tak berani mengangkat dagu apalagi menunjuk muka.
"Aneh,mengapa..kenapa lagikah dgn orang satu ini,"sergah bathinku melawan.
Sebatang surya 16 filter dinyalakan,asap tarikan pertama tampak begitu kau nikmati setelah sebelumnya meneguk sehirup kopi kapal tanker kepalang panas sembari terus menyingkap lembar lembar buku,ruas demi ruas....
Aku kembali terdiam,pasrah diri dan siap menerima segala serapah maupun caci maki sekalipun.Semoga saja kau tak berang & tak emosi tingkat menengah keatas...
20 menit kemudian lampu padam,spontan saja diluar terdengar gaduh,umpat dan mungkin juga garuk2 kepala dari para pemirsa.Kurang jelas mereka lagi menyaksikan sajian programa apa.
Diri bergegas mencari sebatang lilin.Namun tiba2 kau mencegah keras!
"Jangan nyalakan api,ku suka gelap,kegelapan itu indah tuk menerang hati,"katamu.Sesaat kemudian berujar lagi.
"Lihatlah rembulan itu,bukankah kita pernah menuangkan kehadirannya kedalam sebuah puisi,apakah kau tak malu,apakah kau tak berkesan dengan kesabitannya?
"Biarkan sinarnya hinggap disini tuk duduk bersama kita,"jelasmu panjang lebar tanpa memberi kesempatan berpendapat.
"Huukh,kalo andai saja tadi tak berusaha tuk menerang gelap mungkin lain lagi ceritanya,"hati melawan diam2.
Kucoba mancari makna yg kau kias tapi hingga detik ini jawaban itu tak sllu saja mengambang.
15 menit berlalu,ruangan ini kembali terang benderang.Terdengar lagi suara tetangga kegirangan terutama anak anak,bertanda setrum telah mengalir meniti liuk penghantar arus.
Keheningan kembali memangsa antara kau dan aku.Tak taulah apalagi yg akan kau katakan kedepan.Tetap saja jemari sibuk menyingkap helai demi helai bilah2 goresan.
Beberapa saat...msh di jam itu,tiada lagi suara2 kita.Jangkrik telah senyap,anak2 burungpun telah tertidur dibalik kepak sayap induknya.
Dingin mulai menyusup membalut iga2.Dan malampun kian jauh menyangkar lautan.........
Selembar sarung terasa membekap tubuh,tapi aneh siapa yang menyelimuti?
Okh,ternyata aku telah pulas dibbrapa jam yg lalu.
Suasana lenggang menyergap begitu saja,ada yang lain.
Puas membuang mata kiri kanan depan belakang,melongok keluar dari tingkap & trs mencari diseantero tempat.Tapi tiada hasil,dimanakah kau gerangan bung......
Kepenasarananlah yg memaksa langkah tuk mendekati meja kayu reot.Diatas smpul terlipat sepucuk surat telanjang yg ditujukan buatku.Pada bagian akhir bertuliskan:
"Maaf sengaja kau tak ku bangunkan,tampak kau sangat begitu lelah.Tak tega aku melihata tulang rusukmu menyeruak tiada darah tiada lagi berdaging.Kau jg tak menyadari sedikitpun bahwa aku sempat membelai ubun2mu.
Tadi bertepatan dgn usainya Subuh...akupun memulai tinggalkan gubuk kita dgn segala sadar,tidak mengigau.Perlu kau tau,semalaman ini aku tak tidur.Entahlah kemana tujuan ini tapi percayalah bahwa aku ttp sehati,selalu bersamamu.
Ingat,jgn lagi mencariku seperti waktu yg tlah sudah.Percuma itu kau perbuat dan hanya membuang waktu saja.
Sekali lagi percayalah,selama kau baik maka akupun berhal sama.
Oya,jika rindu bacalah buku itu.
Selamat tinggal bung...
Wassalam.
Ttd
Que Sera Sera.
(Sebuah paraf khas yg teramat kukenal baik mengakhiri tercantum diakhir surat).
Ku raih buku itu dan mendekapnya ke dlam dada.Apa makna semua ini,apa kealfaan yg telah kuperbuat,kesalahan mana yg paling fatal?
Bergegas menuruni tangga meski belum apa2 tuk menyambut pagi.Mencoba menyusul kesebuah telaga,siapa tau kau ada disitu.Lalu beralih Ketempat lain,kepantai lain,ke lain lain dan hingga lain2 tapi semuo nol.Tampak sedikit jejak tapi semudah itu pula hilang musnah.Nasib.
Dan yg ku tau meski telah keluar masuk kota,hutan,rimba raya,menyelam sungai baik tawar asin bahkan sampai keliling dunia....akn tetapi sosok wajah itu tak pernah lagi dijumpa.
Semua menggeleng,smua bilang entah ketika bertanya pada semua pejalan kaki kala berpapasan....
Kemna lagi kau ku cari?
Akhirnya diri pasrah,menyerah kalah tanpa syarat.Mungkin benar agar aku tak usah mencari cari sesuai pesanmu,bung.,,.
Terengah duduk bersila,terpaksa pada akhirnya.
Dan berucap "selamat jalan Aldy Rafvel Fin Z".
Kau jiwaku,narapidana hati dan recidivis cinta.
@Kenangan terakhir bersama Aldy Rafvel Fin Z.
Que sera sera.
Minggu, 30 Mei 2010
Sekerat surat di puncak kemuncuk(Dibalik rindu tersimpan windu).
Laju kau berkayuh bersepatu kulit kerang tak bertali,kian jauh iringi liuk riak meningkak air semata kaki.
Pesisir itu indah,tempat sampah2 tercerai terbuang & benam tonggak pancang bisu dari kolek2 sampan melabuh...
Jika bilamana akupun seutas sampah,pastilah lambat laun akn disimbah arus hingga menepi,terkait ujung beting sebelum diri dililit akar bakau..meski sebelum tiba akn rela dicumbu & ditampar batu2 karang.
Okh,bathin merogoh sukma diantara dalamnya rusuk berlapis ari.Akankah tautan tersandar diantara kerlip kedip suar dermaga usang?
Dimanakah tali terpilin...terbelit menyekat tubuh tuk melepas jangkar keujung terumbu?
Dan akankah haluan terus menengadah meski sugara berebut bertolak surut menuju singgasana muara nan dalam....?
Nun jauh disana......
Diantara lembah2 langit,melandai ngarai pada awan 3 warna.
Dapatkah kau lempar tukku sebutir bintang meskipun dari reruntuhan sebuah kejora?
Nun,bila kau tak berhasrat maka biarlah,abai saja pintaku bila nanti jadi serba salah dan akn menanggung malu.Kita memang berkawan..semakan sepinum tapi setidaknya janganlah menjaga rasa.Itu misi yg kau emban sebagai abdi pembela jasad.
Teruslah berjalan diantara ladang2 langit.
Pakailah selalu sepatu kulit kerang itu.Bila telah sampai kirimkan seberkas salam......
Sebelum peraduan kau eram..tolonglah baca sekerat surat yg kutulis di pelepah kering pinang hutan.Lalu linting..selipkan pada pucuk kemuncuk kembang awan tinggi.(Jauhi dari jangkauan anak anak).Biarlah jika nanti ia harus terpelayang.Jangnlah kau coba mengejar,Jangan!Biarlah surat upih itu menjadi mainan bayu dan akan terkubur disamudra tak bertuan.
Bukankah segala berita tlh tersimak..terukir didalam benak?
Kaulah nun,satu2nya yg sudah mengerti semua makna dari sukma nan terlunta.
Selamat malam nun....
@lara seorg lelaki yg jadul boyez.
Recidivis jiwa & napi hati.
Que sera sera.
*Fb notes 30 Mei '10. 23:40.
Pesisir itu indah,tempat sampah2 tercerai terbuang & benam tonggak pancang bisu dari kolek2 sampan melabuh...
Jika bilamana akupun seutas sampah,pastilah lambat laun akn disimbah arus hingga menepi,terkait ujung beting sebelum diri dililit akar bakau..meski sebelum tiba akn rela dicumbu & ditampar batu2 karang.
Okh,bathin merogoh sukma diantara dalamnya rusuk berlapis ari.Akankah tautan tersandar diantara kerlip kedip suar dermaga usang?
Dimanakah tali terpilin...terbelit menyekat tubuh tuk melepas jangkar keujung terumbu?
Dan akankah haluan terus menengadah meski sugara berebut bertolak surut menuju singgasana muara nan dalam....?
Nun jauh disana......
Diantara lembah2 langit,melandai ngarai pada awan 3 warna.
Dapatkah kau lempar tukku sebutir bintang meskipun dari reruntuhan sebuah kejora?
Nun,bila kau tak berhasrat maka biarlah,abai saja pintaku bila nanti jadi serba salah dan akn menanggung malu.Kita memang berkawan..semakan sepinum tapi setidaknya janganlah menjaga rasa.Itu misi yg kau emban sebagai abdi pembela jasad.
Teruslah berjalan diantara ladang2 langit.
Pakailah selalu sepatu kulit kerang itu.Bila telah sampai kirimkan seberkas salam......
Sebelum peraduan kau eram..tolonglah baca sekerat surat yg kutulis di pelepah kering pinang hutan.Lalu linting..selipkan pada pucuk kemuncuk kembang awan tinggi.(Jauhi dari jangkauan anak anak).Biarlah jika nanti ia harus terpelayang.Jangnlah kau coba mengejar,Jangan!Biarlah surat upih itu menjadi mainan bayu dan akan terkubur disamudra tak bertuan.
Bukankah segala berita tlh tersimak..terukir didalam benak?
Kaulah nun,satu2nya yg sudah mengerti semua makna dari sukma nan terlunta.
Selamat malam nun....
@lara seorg lelaki yg jadul boyez.
Recidivis jiwa & napi hati.
Que sera sera.
*Fb notes 30 Mei '10. 23:40.
Sabtu, 29 Mei 2010
Dibalik kekejaman raja Fir'aun & bala tentaranya(Kenapa begitu denganmu 'Un?Dibalik kelubi tersimpan sabak)

Istana megah itu tak pernah sedikitpun terlewati dari sapuhan emas yang menghias disetiap penjuru dinding kerajaan.Selalu berkilau disaat manapun bahkan malam.(Entahlah pembangkit generator apa tapinya tuk membuat istana itu terang benderang dikala gelap telah menyeruak..tapi jelas dizaman jahiliyah itu belum ada ginset,teramat sangat jauh dari jangkauan PLN,sangat jauh itu.Ini facta bukan rekayasa jika ditulis demikian & bagiku yaaaakh begitulah serta ada benarnya).Seibarat telahpun ada setrum amasa itu,sdh tentulah namanya dinobatkan menjadi PLF(perusahaan listrik Fir'aun).Tidak jua akan ada byar pet..gardu khusus pasti dibangun terpasang sehingga listrikpun akan mengalir lancar dengan mesra kerumah tangga istana tanpa mati lampu.Andai padam berarti petugas listrik akan mendapat bonus penyakit hangat.'Un pasti marah,mencak mencak disertai emosi hingga tingkat tinggi........
Fir'aun raja penguasa jazirah Mesir yg memiliki beberapa selir(kurang jelas dan terlupa siapa2 saja nama wil wil nya.Apa itu Seliryna,Selymajnun atau Sely Selilala).Sudah pasti cantik2 menawanlah,tak mungkin Fir'aun memilih salah.Apa saja yg dimau sangat cpt didapat.Apa sih yang enggak buat seorang raja yang 'Un?
Fir'aun itu sebenarnya baik dengan sesama,anak2 yatim disantuni dan janda2 yg telah ditinggal mati oleh suami dinafkahi.Pokoknya segala keperluan mereka di urus kerajaanlah,tdk terlantar asalkan tetap dlm trade mark fir'aunisme.(Kalau dekade itu sudah ada sekolah..mungkin 'Un akan mengeluarkan beasiswa pula tuk murid2 yang org tuanya kurang mampu).
Jika ada turnamen ataw pembangunan apapun maka Fir'aun menyumbang bahkan menjadi donatur yang berada digaris depan.Mendanai dengan biaya melampaui 3X lipat dari para dermawan lain,sponsored hebat.
Semua warga masyarakatnya hidup dalam suasana berkecukupan.Bukan main......
Apa yang salah pada 'Un? Hingga akhir hayatnya(ketika mengejar nabi Musa AS dan pengikut setia beliau sampai kelaut Merah dan menemui ajalnya disana...kandas kedasar samudra)raja itu tak pernah mengakui adanya TUHAN.Raja Fir'aun mengklaim dirinyalah yg harus dipertuhankan oleh rakyat,vonis mati mengaku sebagai patut tuk disembah.Yang melawan keinginannya sudahlah pasti teraniaya dan tamatlah riwayat,menjadi bulan2an pengawal.
Ternyata dibalik kelembutan,kebaikan dan kedermawanan itu tersimpan kelainan jiwa,ada maunya.
Fir'aun merupakan cikal bakal maupun induk semang dari semua aliran sesat dimuka bumi,biang kerok,provokator dan lalim.
Fir'aun gila kekuasaan,gila sanjung,gila segalanya.
Dasar Fir'aun binal,playboy,sakit & tidak paham pancasila..............
Btm,29 Mei '10.
@Fb notes 28 Mei '10.
"Que sera sera"
Rabu, 19 Mei 2010
Penambang
Putih matamu berlumur terik.
Badan trbungkuk mencangkul air.
Terhuyung layau..menukis bungkal tnh liat.
Berlenggang kaki mengipas pasir krikil,menyibak lumpur.
Memburu permata mutiara hitam.
Yakh,diatas kemudi sakan cinta....
Adikku...
Mshkah kau bersangu ubi 3 bulan.
Masihkah berpinum telaga bercangkir daun...?
Dengarlah...
Jgn lepas kereta kumbang jika puma telah terkandang.
Tunaikan jerih keabadian,bayarlah...
Padang Makhsyar pintu menanti.
Dan,berteduhlah tatkala halilintar turun berzikir...
(Buat adek2 ku penambang T I di Babel.Special :para seperadek ngesanek sedulur,ank kemanak:kak Ta,A Sahrin,Wa2t,Mu2s,/*\Kusmala,Mukhrim.All the big famylie & my friend's.I miss you,always.See you next year........)
Badan trbungkuk mencangkul air.
Terhuyung layau..menukis bungkal tnh liat.
Berlenggang kaki mengipas pasir krikil,menyibak lumpur.
Memburu permata mutiara hitam.
Yakh,diatas kemudi sakan cinta....
Adikku...
Mshkah kau bersangu ubi 3 bulan.
Masihkah berpinum telaga bercangkir daun...?
Dengarlah...
Jgn lepas kereta kumbang jika puma telah terkandang.
Tunaikan jerih keabadian,bayarlah...
Padang Makhsyar pintu menanti.
Dan,berteduhlah tatkala halilintar turun berzikir...
(Buat adek2 ku penambang T I di Babel.Special :para seperadek ngesanek sedulur,ank kemanak:kak Ta,A Sahrin,Wa2t,Mu2s,/*\Kusmala,Mukhrim.All the big famylie & my friend's.I miss you,always.See you next year........)
Jumat, 07 Mei 2010
Kau diantara lajur kharisma
Lajur itu berbias,mengendap diantara dentum2 kata indah.Berdiam diri diantara ruang2 hati menunggu malam berakhir...
Kuakui smua kelebihanmu,ku terpesona menyaksi buah2 sanjung meski hati teramat sangat meronta.
Yakh untukmu,bujuk & wejang tuk menarik hati simpati kerap diperbuat dari masing2 pemohon.Mereka mencoba menarik perhatian dlm tingkah lagak dgn cara sendiri2.
Berontak jiwa tak mampu menjawab selembar katapun,tak mampu berbuat banyak,tak akn marah atw mencoba mengaju saran meski sadar semua ingin diperbuat.
Dilema ini tiada yg tau kecuali sepenggal goresan ini sebagai duta pembela rasa,pembuang kejengkelan.
Tak ign mengulang hal pada kesalahan ke 2 walau itu mungkin ada bahagian bnrnya dan penting yg belum tentu sahih buatmu.
Biarlah berdiam diantara deret kecemburuan tak bermata,mungkin akn lbh baik daripada ku berkecemburun tak bermoral.
Siapalah aku yg hanya seorng budak,tak mampu menyisir kata dan tak akn lagi membela diri....
Disana kau terdepan untukku juga mereka.Entahlah...tapi mungkin aku akn kalah bertarung.Kata org " jgn menyerah sebelum bertanding ".Pepatah ini tak akn pernah berlaku buatku.Yakh,tlah menyadari bnr sgala daya diantara sisa2 tulang & ruas.Hanya kulit saja ini yg msh mampu mengandang sendi.
Namun aku bknlah pecundang,hanya musyafir lalu nan kehabisan bekal...
Kekalahan itu tlh mulai terasa sebelum peluit panjang berbunyi bahkan sebelum tertiup.
Ku tau diantara jemari yg bertepuk tangan ternyata kaupun hadir disitu.Tapi tak kuasa kutoleh apalagi menyapa kecuali kian menunduk dalam2 serta menghitung putik2 rerumputan.Yakh,malu pada bajuku yg tersiram keringat seiring matahari berjemur di jam 2.....
7 bulan kemudian...
Diluar sbuah grbang kusaksi kau naik sebuah kreta mewah hitam legam persis beberapa depa didepanku.
Lekas2 membalik tubuh ini agr tiada kau sadar dan berharap sedan lux ceper itu segera berlalu.
Akn tetapi harap berbalik kala terdengar dering memanggil dari hp bututku non fitur.Sebuah nm tertulis mesra berkedip menempel layar.
Lalu seketika itu jg kaca rayban itu kau turunkan,lantas menatap tak berkedip ketika tubuh ini mengarah berbalik asal.Tak ayal kucoba membuat sekulum senyum meski dlm sebuah snyum khncuran dgn rada malu yg terjaga.
Kata hati "senangnya dirimu,beruntunglah dulu kau merubah haluan,itu keputusan tepat yg kau ambil buat hati meskipun bathinku menolak mentah2 sat itu ".
Aku bangga,berterima ksh dan ternyata kau msh meningat serta mengenaliku,no ini tak pernah kau hilangkan....
Jangan...jgn lht apa yg kubawa didlm 2 keranjang rotan.Jangan...jgn kau lht sepeda'kumbang tua yg ku tuntun.
(Dengarlah,kini aku seorg petani yg melepas segala hiruk pikuk jln raya,mesin dan kerlap kota.Tinggal ditepian htn yg lumayan jauh dari perkampungan,ku telah kembali ke desa......)
Akn tetapi lhtlah seorg lelaki remaja yg dulu kau sebut dedek .Itulah dedek kcl itu,mshkah kau ingat.......?
Bbrapa waktu kedepan menjelang...
Sebiah kabar kau terima tentangku yg telah menutup usia.
Entahlah apakah kau akn mnangis atw mencoba mengingat kembali memory2 masa indah yg pernah tercipta?
Entahlah apakah kau akn menyekar dlm sebuah do'a?
Yakh tak pernah ku tau lagi.Tapi yg jelas kau tiada melihatku lagi,juga aku.......
Kuakui smua kelebihanmu,ku terpesona menyaksi buah2 sanjung meski hati teramat sangat meronta.
Yakh untukmu,bujuk & wejang tuk menarik hati simpati kerap diperbuat dari masing2 pemohon.Mereka mencoba menarik perhatian dlm tingkah lagak dgn cara sendiri2.
Berontak jiwa tak mampu menjawab selembar katapun,tak mampu berbuat banyak,tak akn marah atw mencoba mengaju saran meski sadar semua ingin diperbuat.
Dilema ini tiada yg tau kecuali sepenggal goresan ini sebagai duta pembela rasa,pembuang kejengkelan.
Tak ign mengulang hal pada kesalahan ke 2 walau itu mungkin ada bahagian bnrnya dan penting yg belum tentu sahih buatmu.
Biarlah berdiam diantara deret kecemburuan tak bermata,mungkin akn lbh baik daripada ku berkecemburun tak bermoral.
Siapalah aku yg hanya seorng budak,tak mampu menyisir kata dan tak akn lagi membela diri....
Disana kau terdepan untukku juga mereka.Entahlah...tapi mungkin aku akn kalah bertarung.Kata org " jgn menyerah sebelum bertanding ".Pepatah ini tak akn pernah berlaku buatku.Yakh,tlah menyadari bnr sgala daya diantara sisa2 tulang & ruas.Hanya kulit saja ini yg msh mampu mengandang sendi.
Namun aku bknlah pecundang,hanya musyafir lalu nan kehabisan bekal...
Kekalahan itu tlh mulai terasa sebelum peluit panjang berbunyi bahkan sebelum tertiup.
Ku tau diantara jemari yg bertepuk tangan ternyata kaupun hadir disitu.Tapi tak kuasa kutoleh apalagi menyapa kecuali kian menunduk dalam2 serta menghitung putik2 rerumputan.Yakh,malu pada bajuku yg tersiram keringat seiring matahari berjemur di jam 2.....
7 bulan kemudian...
Diluar sbuah grbang kusaksi kau naik sebuah kreta mewah hitam legam persis beberapa depa didepanku.
Lekas2 membalik tubuh ini agr tiada kau sadar dan berharap sedan lux ceper itu segera berlalu.
Akn tetapi harap berbalik kala terdengar dering memanggil dari hp bututku non fitur.Sebuah nm tertulis mesra berkedip menempel layar.
Lalu seketika itu jg kaca rayban itu kau turunkan,lantas menatap tak berkedip ketika tubuh ini mengarah berbalik asal.Tak ayal kucoba membuat sekulum senyum meski dlm sebuah snyum khncuran dgn rada malu yg terjaga.
Kata hati "senangnya dirimu,beruntunglah dulu kau merubah haluan,itu keputusan tepat yg kau ambil buat hati meskipun bathinku menolak mentah2 sat itu ".
Aku bangga,berterima ksh dan ternyata kau msh meningat serta mengenaliku,no ini tak pernah kau hilangkan....
Jangan...jgn lht apa yg kubawa didlm 2 keranjang rotan.Jangan...jgn kau lht sepeda'kumbang tua yg ku tuntun.
(Dengarlah,kini aku seorg petani yg melepas segala hiruk pikuk jln raya,mesin dan kerlap kota.Tinggal ditepian htn yg lumayan jauh dari perkampungan,ku telah kembali ke desa......)
Akn tetapi lhtlah seorg lelaki remaja yg dulu kau sebut dedek .Itulah dedek kcl itu,mshkah kau ingat.......?
Bbrapa waktu kedepan menjelang...
Sebiah kabar kau terima tentangku yg telah menutup usia.
Entahlah apakah kau akn mnangis atw mencoba mengingat kembali memory2 masa indah yg pernah tercipta?
Entahlah apakah kau akn menyekar dlm sebuah do'a?
Yakh tak pernah ku tau lagi.Tapi yg jelas kau tiada melihatku lagi,juga aku.......
Langganan:
Postingan (Atom)