Translate

AlQur'an online

__________________________________________________________________ Dipersembahkan oleh finzmyale.blogspot.com Forward: http://m.alquran-indonesia.com/mquran/index.php/quran

Salam Hormat.

Salam Hormat.
[Kelak jika ayah(Encik ku)dibawah ini telah tiada,seterusnya akulah pengurus blog ini.Salamku,Raga D A].

Blogger's

Blogger's
TelagaPunggur-TanjungPinang. 25 Sep '09.Menuju Bangka Belitung kembali...

Selamat datang di blog kami.

➡️ "Salam damai mesra penuh cinta." ⬅️

Yosaldy Fin Pirdaus Z
Fin Pirdaus Z
(Aldy Rafvel Fin Z)
Cikisa Binti Said Ucin .������
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️

(ENCIK DYNASTI group)
"Que sera sera".

Entri Populer

Laman

Total Tayangan Halaman

Jumat, 26 Desember 2014

Ketika aku terdiam


Ku tanya dlm rindu kala diam bertekuk lutut.
Dimana hujan turun kala air hanyut kehulu?
Tiada jawaban kecuali gemerincing bambu mencumbu ruas.
Hanya segengam harap nyaris lesap.
Kudekap dalam alunan simponi malam.
Ku tau aku terjatuh setelah fajar melepas mimpi.

Sayup terombang dibawa angin
Alunan lantuman Ayat Suci Al-Qur'an memecah keheningan malam.
Dan ku tau, runduku semakin panjang ...

Btm, 8 Desember 2014

Dimanakah mana ?

Rengkuh bumi dijajah hujan.

Tanah senyum kecut

Bebatuan berkisut rapuh

Dan belukar menggigil keluh.

Entah dimana pelanduk menangis ...

Bintang tiada berlagu

Rembulanpun mati lampu

Entah dimana kejora melukis ...


Ku lihat kau disana

diantara langit muram durja.

Berpayung rumbai rumbai

Berwangi bunga rampai

Entah dimanakenangan setangkai ...



Que sera sera

Btm 23 Des'14

Selasa, 23 Desember 2014

Menunggu matahari tenggelam

Ada yang kurang saat nunggu mentari tenggelam.
Terasa ada hilang saat mentari menuju pulang.
Tapi siapa, entah dimana...

5 Jam lagi aku disini.

Lesap harap
Terkurung pengap ditabir bisu mu.
Kau ajak amarah bermain gerutu,
membedil jiwaku...

Dan terbius sudah tutur kataku
Tiada lagi mampu ku mengadu ...

Kian laju kau diam
Semakin sayup merantai bungkam
Tak menghirau waktu nan tak jua perduli diammu.
Dan jua tentang aku 
Yang selalu terpasung diragu mu ...

Namamu ada meski aku tertiada,
Terpanjat dilantuman do'a.

Que sera sera.
Btm 23 Des 14.
( hari ke tiga blocked )

Minggu, 21 Desember 2014

Di Puisi ini aku di block

Aku hanya penyulut resah.
Pembuat kau gundah dalam episode ankara.
Tapi siapa yang tiada perduli, aku kah?
Ya, aku ...

Lupakankanlah jika itu hasratmu nan tertunda.
Tahtalah hatimu dikenyamanan
Ajukan diujung singgah, 
dan tambatlah senyuman.
Dengarlah, ku tak pernah berguna untukmu,
sungguh tak pernah ...

Kau selalu benar, 
Aku yang salah dan kalah.
Renungkanlah sebelum mimpimu dikawal padang malam ...

Sebenar aku sayang ❤️⭐️⭐️⭐️
Tapi sabar telah tertukar.
Tiada lagi ku marah, berbahagialah.
Pergilah ...
Ku tau waktupun tak pernah rindu padaku...

( Untukmu aku pergi, titip do'a bila aku telah mati ).

Que sera sera


Btm island, Minggu 21 Desember 2014

Minggu, 14 Desember 2014

Dibawah titian senja langit merah jambu

Lajur kilau senja titian langit merah jambu...
Memutar kenangan kala ku duduk di batu bata.
Menegur hati kala jiwa dialun perih.
Kenangan lesap ditimpa hujan.
Tawa terbang di curi angin, 
Jiwa dicumbu kembang ilalang lepas tangkai ...

Disana rindu bertengkar 
Bergumul dalam riak sisik sisik langit.
Mengunggah sisa sisa kenangan sebelum senja di tukar Magbrib ...

Hanya ku tau sesaat lagi malam...
Akan ku cari senyummu sebelum tidurku rebah dipasung mimpi ...

Tapi ku tau, tak pernah lagi kau disini
Dan telah menandu rindu...


Que sera sera .


Selasa, 09 Desember 2014

Mengapa Rasulullah SAW melarang mencabut uban?

Mengapa Rasulullah Melarang Kita Mencabut Uban?

SELALU ada yang tak pernah terpikirkan oleh akal biasa kita sebagai manusia yang hidup di zaman penuh teknologi kita menyangkut hampir semua perintah Rasulullah yang menyangkut ilmu pengerahuan. Misalnya saja, larangan seorang Muslim yang tidak boleh minum sambil berdiri. Atau harus tidak dengan posisi tertentu. Begitu juga dengan keajaiban yang tersimpan di setiap helai rambut yang sudah memutih, alias uban.

Hadits dari ‘Abdullah bin ‘Umar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Uban adalah cahaya bagi seorang mukmin. Tidaklah seseorang beruban—walaupun sehelai—dalam Islam melainkan setiap ubannya akan dihitung sebagai suatu kebaikan dan akan meninggikan derajatnya,” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Muhammad bin Hibban At Tamimi rahimahullah, yang lebih dikenal dengan Ibnu Hibban, dalam kitab Shahihnya menyebutkan pembahasan “Hadits yang menceritakan bahwa Allah akan mencatat kebaikan dan menghapuskan kesalahan serta akan meninggikan derajat seorang muslim karena uban yang dia jaga di dunia.”

Lalu Ibnu Hibban membawakan hadits berikut. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah mencabut uban karena uban adalah cahaya pada hari kiamat nanti. Siapa saja yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, maka dengan uban itu akan dicatat baginya satu kebaikan, dengan uban itu akan dihapuskan satu kesalahan, juga dengannya akan ditinggikan satu derajat,” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Nah, di tahun 2012, Ismael Galvan Galvan dari Museo Nacional de Ciencias Naturales, Spanyol melakukan studi, tentang uban. Dari hasil para peneliti itu, ternyata uban merupakan tanda Anda akan memiliki hidup panjang dan sehat. Namun kabar buruk bagi Anda yang memiliki rambut merah, karena ini terkait tingkat yang lebih tinggi untuk mengidap kanker.

“Pada manusia, melanin kulit, rambut dan bulu merupakan jenis yang sama. Hal ini membatasi pengetahuan pada konsekuensi fisiologi pigmentasi,” kata Galvan.

Uban menandakan absennya melanin. Artinya, uban merupakan tanda hidup yang sehat.

“Jauh dari tanda terkait penuaan, uban mengindikasikan kondisi yang baik,” pungkasnya. Jadi, Anda sudah berubah? Subhanallah…

Pengikut