Laman

Selasa, 29 Desember 2015

Dari rimbun Pelempang Putih



Ketika tanda tanya berkalang tuntut.
Seraut wajah tumbuh kala fajar memutar pariwara pagi itu.
Bibit hati terungkap tanpa komisi
pencari perkara.
Mengambang diantara naskah2 rindu,
Menggugat hati ke mahkamah jiwa
Vonispun terketuk tanpa toga dari sukma compang camping.
Rindu menghujatku seiring burung turun mandi,
Nadipun kambuh kala semut berwawancara ....

Dalam pashmina aku mencarimu
Disimpang itu aku terjerat
Dirindang Pelempang Putih aku berteduh,
Menantimu.
Datanglah ...

[ Demikian berita si fulan yang terbaca  saat gerimis bertepung tawar disuatu senja...sebelum bedug maghrib dipukul kak Jai]

Ketika tanda tanya berkalang tuntut.
Seraut wajah tumbuh kala fajar memutar pariwara pagi itu.
Bibit hati terungkap tanpa komisi
pencari perkara.
Mengambang diantara naskah2 rindu,
Menggugat hati ke mahkamah jiwa
Vonispun terketuk tanpa toga dari jiwa compang camping.
Rindu menghujatku seiring burung turun mandi,
Nadipun kambuh kala semut berwawancara ....

Dalam pashmina aku mencarimu
Dirindang Pelepang Putih aku rindu...

[ Demikian berita fulan yang kubaca saat gerimis bertepung tawar disuatu senja sebelum bedug maghrib dipukul kak Jai]